SEKDA KUNINGAN PANGGIL KABAG PEMBANGUNAN, MINTA KRONOLOGI DAN BUKTI TERKAIT DUGAAN KONFRONTASI DI KANTOR SETDA Dugaan adanya Perselingkuhan Stap di Lingkup Bagian Pembangunan
BERITA DAERAH
SEKDA KUNINGAN PANGGIL KABAG PEMBANGUNAN, MINTA KRONOLOGI DAN BUKTI TERKAIT DUGAAN KONFRONTASI DI KANTOR SETDA
Dugaan adanya Perselingkuhan Stap di Lingkup Bagian Pembangunan
KUNINGAN,Aktualid.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan meminta penjelasan dan bukti yang kuat menyusul informasi mengenai dugaan konfrontasi rumah tangga di ruang Bidang Pembangunan Setda Kabupaten Kuningan, Kompleks Kuningan Islamic Center (KIC), pada Senin, 19 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut keterangan Sekda, dirinya telah memanggil Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan untuk meminta kronologi kejadian secara jelas. Kabag Pembangunan diketahui sedang berada di luar kota ketika peristiwa tersebut dikabarkan terjadi.
Sekda menjelaskan, pada Selasa, 20 Oktober 2026, Kabag Pembangunan telah memanggil kedua pihak yang disebut terlibat dalam persoalan tersebut. Dari proses itu, menurut keterangan yang disampaikan kepada Sekda, kedua pihak menyatakan bahwa peristiwa tersebut hanya merupakan kesalahpahaman dan tidak terjadi perselingkuhan.
Kabag Pembangunan juga disebut telah menyerahkan surat pernyataan bermeterai sebagai bahan penjelasan kepada Sekda. Meski demikian, Sekda meminta bukti yang kuat agar duduk perkara dapat dipahami secara jelas dan tidak semata-mata bertumpu pada keterangan sepihak.
![]() |
| Surat perjanjian |
Sekda Prihatin, Disiplin Aparatur Jadi Perhatian
Sekda Kabupaten Kuningan menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menjadi perhatian tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga disiplin seluruh aparatur, terlebih Setda merupakan pusat kegiatan pemerintahan daerah yang harus senantiasa menjaga nama baik institusi.
Menurut Sekda, disiplin dan perilaku aparatur perlu terus dijaga agar lingkungan kerja pemerintahan tetap kondusif serta tidak menimbulkan persoalan yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat.
Penekanan tersebut menjadi penting karena setiap peristiwa yang dikaitkan dengan lingkungan kantor pemerintahan dapat memunculkan pertanyaan publik, terutama ketika menyangkut ketertiban, profesionalitas, dan penggunaan ruang kerja.
Dugaan Awal Belum Dapat Dijadikan Kesimpulan
Sebelumnya, sebuah sumber memberikan informasi mengenai dugaan konfrontasi yang melibatkan sejumlah pihak di ruang Bidang Pembangunan Setda Kuningan ketika kantor disebut sedang ramai oleh tamu. Sumber tersebut juga menyebut adanya teriakan dan menginformasikan keberadaan CCTV di lokasi.
Namun, informasi awal tersebut belum terverifikasi secara independen. Sementara itu, keterangan yang disampaikan Sekda berdasarkan penjelasan Kabag Pembangunan menyebut peristiwa tersebut sebagai kesalahpahaman, bukan perselingkuhan.
Kedua keterangan itu perlu ditempatkan secara proporsional. Surat pernyataan yang telah diserahkan merupakan bagian dari klarifikasi, sedangkan kepastian mengenai kronologi kejadian tetap memerlukan penilaian berdasarkan bukti yang dapat diperiksa.
Apabila diperlukan, rekaman CCTV dapat menjadi salah satu bahan untuk menguji kronologi, sepanjang diperoleh dan diperiksa melalui prosedur yang sah serta tetap memperhatikan privasi pihak terkait.
Hingga berita ini disusun, belum ada dasar terverifikasi yang cukup untuk menyimpulkan terjadinya perselingkuhan. Karena itu, identitas pihak-pihak yang disebut tetap dilindungi dan ruang klarifikasi harus terbuka bagi semua pihak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga nama baik institusi pemerintahan tidak cukup hanya melalui pernyataan, tetapi juga melalui penegakan disiplin, klarifikasi yang transparan, dan penanganan persoalan berdasarkan fakta.
Andri



