BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Lelang Gunung Ciremai untuk Geothermal Dipersoalkan, Sundawani Wirabuana Menolak

 BERITA DAERAH 



Lelang Gunung Ciremai untuk Geothermal Dipersoalkan, Sundawani Wirabuana Menolak


KUNINGAN —Aktualid.com Rencana lelang wilayah kerja panas bumi di kawasan Gunung Ciremai kembali menuai penolakan. DPC Sundawani Wirabuana Kuningan Kota mempertanyakan rencana tersebut dan meminta pemerintah membuka secara transparan seluruh kajian teknis maupun risiko lingkungan sebelum kegiatan eksplorasi dilakukan.


Ketua DPC Sundawani Wirabuana Kuningan Kota, Dian Basudiman, menyatakan pihaknya menolak dengan tegas rencana lelang Gunung Ciremai untuk proyek geothermal.


Penolakan itu, kata Dian, berkaitan dengan kekhawatiran terhadap dampak pengeboran terhadap kondisi geologi, sumber air dan ekosistem Ciremai.


Menurut informasi yang diterimanya, terdapat rencana pengeboran di sekitar 14 titik di wilayah Kuningan, dengan masing-masing titik disebut memiliki diameter sekitar 1,5 meter dan kedalaman mencapai 3.000 meter.


Informasi tersebut, menurut Dian, harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.


“Kami menolak dengan tegas lelang Gunung Ciremai untuk proyek geothermal. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui proyeknya, tetapi tidak mengetahui secara utuh risiko yang mungkin ditimbulkan,” ujar Dian.


Ia mempertanyakan sejumlah hal mendasar. Di mana saja titik pengeboran tersebut? Bagaimana karakteristik geologi di masing-masing lokasi? Berapa kebutuhan airnya? Bagaimana konstruksi sumur untuk mencegah kebocoran? Dan siapa yang bertanggung jawab apabila kegiatan eksplorasi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun sumber air masyarakat?


Kekhawatiran juga muncul terhadap potensi risiko geologi selama proses pengeboran. Di tengah masyarakat bahkan berkembang kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya fenomena semburan lumpur yang kemudian dibandingkan dengan kasus Lumpur Lapindo.


Namun, perbandingan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai kesamaan risiko teknis. Karakteristik geologi, tekanan bawah permukaan, kondisi reservoir dan desain sumur pada proyek geothermal harus dibuktikan melalui kajian ilmiah.


Dian juga menyinggung isu mengenai kemungkinan adanya kandungan uranium di kawasan bawah permukaan Ciremai.


Isu tersebut, kata dia, perlu dijawab berdasarkan data geologi dan hasil pengujian laboratorium. Tanpa data tersebut, keberadaan maupun potensi eksploitasi uranium tidak semestinya diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.


Bagi Sundawani Wirabuana, persoalan utamanya adalah jaminan keselamatan lingkungan dan masyarakat.


Gunung Ciremai tidak hanya memiliki nilai sebagai sumber energi panas bumi, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan menjadi bagian penting dari sistem tata air bagi masyarakat di wilayah sekitarnya.


Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya menjelaskan manfaat geothermal sebagai sumber energi, tetapi juga membuka secara rinci potensi dampaknya.


“Jangan sampai energi dikejar, tetapi air dan keselamatan masyarakat dikorbankan. Ciremai bukan sekadar lokasi proyek. Ini menyangkut kehidupan masyarakat Kuningan,” kata Dian.


Sundawani Wirabuana meminta pemerintah membuka seluruh dokumen dan data yang berkaitan dengan rencana tersebut, mulai dari lokasi titik pengeboran, kedalaman sumur, desain teknis, kebutuhan air, kajian geologi, dokumen lingkungan, hingga skenario mitigasi apabila terjadi kegagalan pengeboran.


Pertanyaan publik kini bukan hanya soal apakah geothermal diperlukan sebagai sumber energi. Persoalannya adalah seberapa besar risiko yang harus ditanggung kawasan Ciremai dan masyarakat di sekitarnya, serta siapa yang memberikan jaminan apabila risiko itu benar-benar terjadi.


Sebelum mata bor menembus ribuan meter ke bawah permukaan Ciremai, pemerintah dinilai perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara terbuka dan berbasis data.


Sebab, bagi masyarakat yang hidup dari air Ciremai, yang dipertaruhkan bukan sekadar proyek energi, melainkan keberlanjutan sumber kehidupan.


Irman 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image