Warga Desa Sukamukti Tegas Tolak Geothermal Gunung Ciremai: "Ruang Kehidupan Jangan Diperjual belikan"
BERITA DAERAH
Warga Desa Sukamukti Tegas Tolak Geothermal Gunung Ciremai: "Ruang Kehidupan Jangan Diperjual belikan"
Kuningan, Aktualid.com — Media sosial di Kabupaten Kuningan tengah diramaikan oleh gelombang penolakan terhadap rencana eksplorasi energi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ciremai. Gelombang protes ini dimotori oleh warga Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, yang serentak menyuarakan aspirasi mereka melalui media sosial.
Aksi solidaritas digital tersebut ditandai dengan masifnya penggunaan tanda pagar (tagar) "WARGA DESA SUKAMUKTI TOLAK GEOTHERMAL GUNUNG CIREMAI". Fenomena ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat setempat terhadap potensi kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian Gunung Ciremai beserta ekosistem di sekitarnya apabila proyek energi tersebut terus dilanjutkan.
Suara Keresahan dari Status WhatsApp Warga
Sebagai bentuk protes nyata, sejumlah warga Desa Sukamukti terpantau memasang status dan cerita (story) di aplikasi WhatsApp dengan menyertakan berbagai narasi penolakan yang kuat. Beberapa slogan yang mendominasi linimasa warga di antaranya:
- "Sukamukti Bersatu, Harga Mati!" sebagai simbol kekompakan warga dalam menjaga wilayah mereka.
- "Ciremai adalah ruang kehidupan, jangan diperjualbelikan!" yang menegaskan fungsi vital gunung sebagai sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Bagi warga Desa Sukamukti, Gunung Ciremai bukan hanya sekadar bentang alam biasa, melainkan jantung ekologis yang menopang ketersediaan air bersih dan keseimbangan lingkungan hidup di Kabupaten Kuningan.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang penolakan dari tingkat akar rumput ini terus meluas, mencerminkan desakan agar suara masyarakat dipertimbangkan secara serius dalam setiap kebijakan pemanfaatan ruang dan sumber daya alam di kawasan konservasi.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai aksi penolakan warga Desa Sukamukti terhadap rencana proyek geothermal di Gunung Ciremai ini?
Irman


