BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Pendidikan jadi sarana KOMERSIAL," Rio Alvikram Kritik Keras Mahalnya Seragam Sekolah di Bengkulu"

 



Pendidikan jadi sarana KOMERSIAL," Rio Alvikram Kritik Keras Mahalnya Seragam Sekolah di Bengkulu"


​BENGKULU –Aktualid.com Praktik komersialisasi di lingkungan pendidikan Provinsi Bengkulu memicu kritik tajam dari berbagai pihak. Sorotan keras salah satunya datang dari Rio Alvikram, yang mengecam tindakan sejumlah oknum sekolah yang diduga menjadikan sektor pendidikan sebagai ajang bisnis dan alat jual beli, terutama di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit.


​Rio menilai, esensi pendidikan sebagai hak dasar warga negara telah bergeser menjadi beban finansial yang menjerat orang tua murid. Salah satu persoalan konkret yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah melambungnya harga seragam sekolah yang diwajibkan oleh pihak sekolah.



​Beban Berat Wali Murid: Seragam Capai Jutaan Rupiah

​Menurut Rio, harga seragam sekolah di Provinsi Bengkulu saat ini sudah di luar batas kewajaran. Ia membeberkan hitung-hitungan yang harus ditanggung oleh para orang tua murid baru.

​Harga Per Setel: Hampir menembus Rp350.000.


​Total Kebutuhan: Jika ditotal untuk 4 setel pakaian (seperti seragam nasional, pramuka, batik, dan olahraga), biaya yang harus dikeluarkan masyarakat hampir mencapai Rp2.000.000.


​"Ini angka yang sangat fantastis dan tidak masuk akal bagi masyarakat kecil. Pendidikan seolah-olah sengaja dijadikan alat jual beli oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi atau kelompok di dalam institusi sekolah," ujar Rio dengan nada geram.


​Terjebak Rentenir Demi Masa Depan Anak

​Ironisnya, beban berat ini terjadi di masa transisi ekonomi Indonesia yang sedang berada dalam kondisi sulit. Daya beli masyarakat yang menurun drastis memaksa para orang tua mengambil langkah nekat demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan.


​Rio mengungkapkan fenomena miris yang terjadi hampir setiap tahun ajaran baru, di mana banyak masyarakat Bengkulu yang terpaksa berlomba-lomba meminjam uang ke rentenir (lintah darat).


​"Masyarakat kita sudah susah, ditambah lagi beban komersialisasi sekolah. Akibatnya, demi masa depan anak, mereka terpaksa menjerat diri ke rentenir dengan bunga tinggi. Ini lingkaran setan yang harus segera diputus," tegasnya.


​Peringatan Keras untuk Pemerintah Daerah

​Menyikapi fenomena ini, Rio memberikan warning atau peringatan keras kepada seluruh jajaran pemerintahan di Provinsi Bengkulu, mulai dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, hingga seluruh Pemerintah Kabupaten se-Provinsi Bengkulu.


​Ia mendesak kepala daerah dan Dinas Pendidikan untuk bertindak tegas, melakukan pengawasan ketat, dan memberikan sanksi berat kepada oknum kepala sekolah atau komite yang terbukti melakukan "bisnis" terselubung ini.

​"Jadikanlah pendidikan sebagai pondasi masa depan bangsa, bukan sebagai ladang bisnis. Pemerintah harus hadir dan menjamin bahwa bersekolah di Bengkulu tidak harus membuat orang tua mereka menangis karena dikejar utang rentenir," pungkas Rio Alvikram menutup keterangannya.


​Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menertibkan aturan terkait atribut sekolah agar dunia pendidikan kembali bersih dari praktik-praktik yang memberatkan rakyat kecil.



Mardiansyah

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image