BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Jalan Gang Merpati 17 yang diperuntukkan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) kondisinya sangat memprihatinkan"Petani Kesulitan Angkut Hasil Tani, Biaya Operasional Membengkak"

 



Jalan Gang Merpati 17 yang diperuntukkan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) kondisinya sangat memprihatinkan"Petani Kesulitan Angkut Hasil Tani, Biaya Operasional Membengkak"


,BENGKULU –Aktiakid.com Kondisi infrastruktur penunjang sektor pertanian di Kelurahan Rawa Makmur Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, kini dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Jalan Gang Merpati 17 yang diperuntukkan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT) kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga menyulitkan para petani saat hendak membawa dan mendistribusikan hasil panen mereka.


​Jalur sepanjang kurang lebih 100 meter yang menjadi akses utama perputaran ekonomi para petani ini terpantau mengalami kerusakan struktur yang cukup berat.

​Aspal Terkikis Habis, Tersisa Batu dan Lubang Dalam

​Berdasarkan pantauan tim Aktualid.com di lapangan, jalan di kawasan Gang Merpati 17 ini sudah kehilangan fungsi layaknya jalan yang aman. Lapisan aspal yang dahulunya melapisi jalan sepanjang 100 meter tersebut kini telah terkikis habis tanpa sisa akibat tergerus waktu dan cuaca.


​Menyisakan Bebatuan: Badan jalan saat ini hanya menyisakan tumpukan batu-batu pecah dan kerikil tajam yang berserakan. Kondisi ini membuat permukaan jalan menjadi sangat tidak rata dan rawan slip bagi kendaraan roda dua.

​Lubang Menganga: Di sepanjang jalur, terdapat banyak lubang dalam dengan diameter bervariasi. Kerusakan ini memaksa para pengendara, khususnya petani yang membawa muatan, harus ekstra waspada agar kendaraan tidak mengalami patah as atau bocor ban.



​Petani Kesulitan Angkut Hasil Tani, Biaya Operasional Membengkak

​Dampak nyata dari rusaknya fasilitas jalan ini dirasakan langsung oleh para petani Rawa Makmur setiap kali musim panen tiba. Proses pengangkutan hasil bumi menjadi terhambat dan memakan waktu jauh lebih lama dari biasanya.

​"Aspalnya sudah habis sama sekali, tinggal batu-batu lepas dan lubang di mana-mana. Jalur ini memang tidak terlalu panjang, sekitar 100 meteran, tapi kalau motor bawa beban berat lewat sini, sangat rentan terbalik karena jalannya goyang dan tidak rata. Akibatnya, kami terpaksa membawa hasil tani secara bertahap, dan itu bikin ongkos angkut jadi membengkak," ungkap salah seorang petani setempat kepada Aktualid.com.

​Selain memicu kenaikan biaya operasional, guncangan hebat akibat melintasi jalan berbatu ini juga berisiko merusak kualitas komoditas pertanian tertentu sebelum sampai ke tangan pembeli.

​Desak Perbaikan untuk Pulihkan Ekonomi Petani


​Keberadaan Jalan Usaha Tani yang memadai merupakan kunci penting bagi produktivitas pertanian di Kecamatan Muara Bangka Hulu. Tanpa adanya akses yang layak, potensi pertanian di wilayah Rawa Makmur ini sulit untuk berkembang secara maksimal.



​Para petani di Gang Merpati 17 sangat berharap Pemerintah Kota Bengkulu melalui instansi terkait dapat segera turun tangan. Walaupun panjang jalan yang rusak tersebut hanya berkisar 100 meter, dampaknya sangat besar bagi kelancaran ekonomi warga. Mereka mendesak agar segera dilakukan pengaspalan ulang atau pengerasan jalan secara permanen agar akses distribusi hasil bumi dapat kembali berjalan dengan lancar dan aman.

 (Mardiansyah)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image