BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Baru diresmikan jembatan ambrol Masyarakat bertanya bagai mana perencanaan nya

 


Baru diresmikan jembatan ambrol

Masyarakat bertanya bagai mana perencanaan nya



 Bengkulu, Aktualid.com 27-07-2026Aroma Rasuah Menyengat: Jembatan Matan Seluma Rp16 Miliar Ambrol, Publik Curiga Perencanaan Tanpa Kajian Matang

SELUMA — Baru seumur jagung menikmati asa, warga Kabupaten Seluma kembali harus menelan kekecewaan mendalam. Jembatan Matan yang berlokasi di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan—dengan nilai proyek fantastis mencapai Rp16 miliar yang diresmikan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan , baru satu bulan mengalami kerusakan parah dan ambrol.


Meski sekarang sudah diperbaiki tapi masyarakat bertanya bagai mana kajian proyek tersebut dan bagaimana perencanaannya. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar serta memunculkan dugaan praktik rasuah yang kian menyengat di tengah publik.

Kronologi dan Lumpuhnya Urat Nadi Ekonomi


Bagian tengah bangunan megah tersebut amblas ke aliran sungai setelah gagal menahan derasnya gerusan air. Akibat ambruknya konstruksi ini, urat nadi perekonomian dan mobilitas warga antardesa lumpuh total. Akses transportasi, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, terputus total dan tidak dapat melintas sama sekali.


Kekecewaan warga setempat tumpah karena merasa keselamatan serta hak mereka atas infrastruktur yang layak telah diabaikan.

"Baru diresmikan, kok ya sudah ambruk. Alasannya selalu karena tergerus air. Apa dari awal perencanaan sama sekali tidak menghitung debit air maksimal dan kekuatan pondasinya?" cetus seorang warga Desa Pasar Seluma dengan nada geram.


Menyoal Anggaran Rp16 Miliar: Misteri Sumber Dana Perbaikan dan Cacat Teknis

Desakan publik membuat pemerintah dan pihak kontraktor bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi. Namun, langkah reaktif tersebut justru memunculkan polemik dan kecurigaan baru di masyarakat.

Forum Aspirasi Rakyat Bengkulu (FABB) melayangkan kritik tajam serta pertanyaan menohok terkait transparansi anggaran dan mutu konstruksi:


Darimana Asal Dana Perbaikan? FABB mempertanyakan pos anggaran yang disedot untuk membiayai perbaikan atau pembangunan ulang bagian yang ambruk ini. Apakah menggunakan dana pemeliharaan, atau kembali membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)?


Pertanyaan Seputar Kajian Awal: Alasan klasik kerusakan akibat tergerus arus air dinilai tidak masuk akal untuk proyek bernilai belasan miliar rupiah. Publik menduga ada cacat fatal dalam tahap perencanaan, spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta lemahnya pengawasan sejak awal pembangunan.


Desakan Hukum, Audit Menyeluruh, dan Sanksi Tegas

Ketua Garbeta Kota Bengkulu, Supli Hayadi, turut bersuara keras menanggapi insiden memalukan ini. Ia secara tegas mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh.


Tuntutan Investigasi: Penegak hukum diminta memeriksa seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), konsultan perencana, konsultan pengawas, hingga kontraktor pelaksana proyek.

Potensi Kerugian Negara: "Ini harus jadi perhatian serius. Ada dugaan kuat kelalaian terstruktur dalam perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan. Jangan sampai uang rakyat Rp16 miliar terbuang sia-sia hanya menjadi ajang bagi-bagi proyek berkualitas buruk," tegas Supli.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Provinsi Bengkulu maupun kontraktor pelaksana masih belum memberikan keterangan resmi secara rinci mengenai akar permasalahan , ambruknya infrastruktur strategis tersebut. Warga Seluma kini kompak menuntut agar jembatan tidak hanya sekadar ditambal sulam, melainkan dibangun ulang secara permanen sesuai standar keamanan teknik sipil demi menjamin keselamatan publik jangka panjang.


(SP-Tim)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image