BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Fokus diplomasi konflik regional dan pemulihan stabilitas ekonomi tanpa adanya intervensi teknis " perundingan Iran- Amerika Serikat"

 



Fokus diplomasi konflik regional dan pemulihan stabilitas ekonomi tanpa adanya intervensi teknis " perundingan Iran- Amerika Serikat"



Delegasi Republik Islam Iran secara resmi menegaskan bahwa Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, sama sekali tidak memiliki peran maupun keterlibatan dalam proses negosiasi bilateral tingkat tinggi yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat di Bürgenstock, Swiss. Otoritas Teheran mengonfirmasi bahwa masalah pembatasan program nuklir saat ini sama sekali tidak masuk dalam daftar agenda pembahasan utama, sehingga tidak ada satu pun anggota dari tim teknis atau komite nuklir Iran yang dihadirkan dalam pertemuan penting tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa fokus diplomasi saat ini tetap tertuju pada penyelesaian konflik regional dan pemulihan stabilitas ekonomi tanpa adanya intervensi teknis yang belum saatnya dibahas.


Berdasarkan laporan internal yang dirilis oleh agensi berita Fars, penolakan terhadap keterlibatan pihak ketiga ini mencuat setelah Amerika Serikat sempat mengusulkan agar Rafael Grossi diizinkan masuk untuk ikut serta di meja perundingan. Namun, usulan tersebut secara tegas ditolak oleh tim negosiasi Iran yang dipimpin langsung oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Meskipun Grossi dilaporkan berada di Swiss dan sempat mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis, pihak Iran memastikan bahwa ruang negosiasi utama bersifat eksklusif dan tertutup bagi kepala badan pengawas nuklir PBB tersebut.


Lebih lanjut, delegasi Teheran menyatakan bahwa pembahasan mengenai isu-isu nuklir yang sensitif baru akan dibuka kembali di masa mendatang apabila syarat-syarat mendasar telah dipenuhi oleh Washington. Sesuai dengan koridor kebijakan luar negeri mereka, dialog nuklir hanya akan dimulai jika poin-poin krusial dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) awal—termasuk klausul terkait penghentian permanen operasi militer di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, serta pengecualian sanksi ekspor minyak bumi—telah diimplementasikan secara nyata di lapangan. Untuk saat ini, Iran memilih fokus sepenuhnya pada pemulihan hak ekonomi dan penegakan gencatan senjata regional demi tercapainya stabilitas yang adil.


Sumber berita: Fars News Agency


Red

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image