BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

DIEMBARGO SEJAK TAHUN 1979 DIISOLASI NEGARA BARAT DISERANG MILITER TAPI IRAN MASIH BERDIRI KOKOH

 BERITA INTERNASIONAL 



DIEMBARGO SEJAK TAHUN 1979

DIISOLASI NEGARA BARAT

DISERANG MILITER

TAPI IRAN MASIH BERDIRI KOKOH


Pada 11 Februari 1979, dunia menyaksikan lahirnya Republik Islam Iran setelah Revolusi Islam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang selama puluhan tahun didukung Barat, khususnya Amerika Serikat. 


Sejak saat itu, Iran berubah dari sekutu strategis Washington menjadi salah satu musuh geopolitik terbesar Barat di Timur Tengah. Namun harga yang harus dibayar sangat mahal.


Pada 4 November 1979, krisis penyanderaan Kedutaan Besar AS di Teheran membuat Amerika membekukan aset Iran dan memulai era embargo panjang yang terus berkembang hingga hari ini. 


Tahun demi tahun, Iran menghadapi sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, tekanan militer, operasi intelijen, hingga perang bayangan dengan Israel. 


Lalu datang perang besar Iran–Irak pada 22 September 1980. Selama delapan tahun, Iran menghadapi invasi Saddam Hussein yang saat itu didukung banyak negara Barat dan Arab Teluk. 


Ratusan ribu orang tewas. Ekonomi hancur. Infrastruktur runtuh. Tetapi Iran tidak pecah. Negara itu tetap bertahan bahkan membangun industri militernya sendiri di tengah keterbatasan.


Memasuki tahun 1990-an hingga 2000-an, tekanan Barat semakin meningkat. Amerika menuduh Iran mengembangkan program nuklir militer. 


Sanksi diperketat terhadap perbankan, minyak, perdagangan internasional, hingga akses dolar global. Tahun 2006 menjadi titik penting ketika konfrontasi Iran dengan Barat berubah menjadi tekanan ekonomi jangka panjang berskala besar. 


Secara akademis, banyak penelitian menyebut Iran mengalami kerugian ekonomi sangat besar akibat isolasi geopolitik tersebut. Pertumbuhan ekonomi melambat, investasi asing turun drastis, dan perdagangan internasional terganggu. 


Tetapi justru di tengah tekanan itu, Iran membangun sesuatu yang jarang dibahas media Barat: ketahanan strategis nasional.


Iran memperkuat industri drone, rudal balistik, pertahanan domestik, teknologi nuklir, serta jaringan pengaruh regional di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. 


Konflik Iran dengan Israel pun berubah menjadi perang tidak langsung yang berlangsung puluhan tahun sejak hubungan diplomatik diputus pada Februari 1979. 

Lalu dunia memasuki fase paling berbahaya....


Pada Juni 2025, konflik besar antara Iran, Israel, dan Amerika meningkat drastis melalui serangan terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran. 


Ketegangan memuncak lagi pada 28 Februari 2026 ketika Amerika dan Israel meluncurkan operasi militer besar terhadap Iran. Serangan menghantam berbagai fasilitas strategis dan memicu balasan rudal Iran ke kawasan regional.


Amerika bahkan kembali memperketat sanksi pada 19 Mei 2026 dengan menargetkan jaringan perdagangan minyak dan sistem keuangan Iran agar ekonomi negara itu lumpuh total.


Tetapi sampai hari ini, Iran tetap berdiri.

Negara itu belum runtuh. Pemerintahnya masih bertahan. Militernya masih aktif. Produksi energinya masih berjalan. Bahkan jalur perdagangan alternatif dengan China dan negara lain masih terus berlangsung meski ditekan Barat.


Secara geopolitik, inilah yang membuat banyak analis mulai mengakui bahwa Iran telah berubah menjadi salah satu negara dengan “strategic endurance” paling kuat di dunia modern — kemampuan bertahan dalam tekanan ekstrem selama puluhan tahun tanpa kehilangan identitas negara dan sistem politiknya.

Dan ironi terbesar mungkin ada di sini :


Semakin lama Iran ditekan, semakin kuat budaya perlawanan dan kemandirian strategis mereka terbentuk.


“Diembargo sejak 1979.

Ditekan ekonomi.

Diisolasi diplomatik.

Diserang militer.

Tetapi Republik Islam Iran masih berdiri kokoh… sementara Amerika dan Israel terus menghadapi konflik yang tak kunjung selesai.”


Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image