Sujarwo mensikapi isue disharmonisasi (keretakan) duet kepemimpinan "sangatlah bijak jika disikapi dengan langkah lebih terbuka dari keduanya "
BERITA DAERAH
Sujarwo mensikapi isue disharmonisasi (keretakan) duet kepemimpinan "sangatlah bijak jika disikapi dengan langkah lebih terbuka dari keduanya "
Kuningan,Aktualid.com Pengamat Kebijakan Publik Sujarwo mensikapi isue adanya kertakan diantara pimpinan daerah ,Sujarwo mengatakan "Menyeruaknya isue disharmonisasi (keretakan) duet kepemimpinan Dian-Tuti yang baru berumur 1 1/2 tahun, hendaknya tidak dipandang sebagai persoalan yang cukup 'dibantah' oleh mereka yang berada di lingkar kekuasaan.
Kemunculan isue 'perpecahan' tentunya tidak berlebihan jika dikaitkan pada sebuah perumpamaan 'tidak ada asap, jika tak ada api' sangatlah bijak jika disikapi dengan langkah lebih terbuka dari keduanya .
Jika memang terbukti dah muncul bintik disharmonisasi, segera diuapayakan perbaikan komunikasi agar bintik tadi tak berlembang menjadi bara perpecahan.
Bagi masyarakat (rakyat) apapun dinamika yang terjadi dalam duet kepemimpinan Dian-Tuti yang baru seumur jagung, serta masih twrlalu dini (jauh) jika dikatkan dengan fenomen kontestasu pada Pilbup 2029, dikhawatirkan akan sangat menggagu program kerja yang sudah dituangkan dalam visi misi keduanya hingga akhir masa jabatan.
Jika isue disharmonisasi dibiarkan tumbuh menjadi isue liar , tentunya yang sangat dirugikan adalah masyarakat Kab. Kuningan.
Masyarakat juga harus mendapat realsi positif dari duet Dian-Tuti dengan munculnya isue disharminisasi.
Artinya isue tersebut diharapkan tidak mempengaruhi ethos kwrja serra tetap meperlihatkan kekompakan dari keduanya guna mewujudkan apa yang telah merka janjikan saat kampanye menjelang Pilbup 27 November'24.
Dengan menunjukan keharmonisan dan kekompakan kerja, tentunya tikgkat kepercayaan kepada duet yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 2029 akan tetap terjaga.
Irman


