Gelombang Panas Ekstrem Renggut Lebih dari 1.300 Nyawa
Gelombang Panas Ekstrem Renggut Lebih dari 1.300 Nyawa
PARIS –Aktualud.com Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sejak akhir Juni 2026 telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Suhu udara di beberapa wilayah Prancis, Jerman, hingga Polandia dilaporkan mencapai 36–40 derajat Celsius, memicu krisis kesehatan dan mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Di Prancis, otoritas kesehatan mencatat sekitar 1.000 kematian tambahan dalam sepekan terakhir yang diduga berkaitan dengan cuaca panas ekstrem. Pemerintah setempat juga menutup sejumlah sekolah sebagai langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari risiko dehidrasi dan sengatan panas.
Gelombang panas tersebut turut meningkatkan konsumsi listrik akibat penggunaan pendingin ruangan secara masif. Kondisi itu menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan di beberapa wilayah, sementara rumah sakit dan layanan ambulans menghadapi lonjakan pasien yang mengalami heat stroke, dehidrasi, serta komplikasi penyakit akibat suhu tinggi.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut gelombang panas sebagai "pembunuh diam-diam" karena dapat merenggut nyawa tanpa tanda-tanda dramatis seperti banjir atau badai. WHO mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti ini diperkirakan akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim.
Red


