BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Menara Tsunami Malah Jadi Ancaman Nyawa: View Tower Bengkulu Lapuk, Karat, dan Pelat Besi Mulai Copot

 



Menara Tsunami Malah Jadi Ancaman Nyawa: View Tower Bengkulu Lapuk, Karat, dan Pelat Besi Mulai Copot


​BENGKULU Aktualid.com Berdiri menjulang setinggi 43 meter di kawasan Alun-Alun Lapangan Merdeka, bangunan View Tower kini tak lebih dari sekadar rongsokan besi raksasa yang menakutkan. Menara yang awalnya diproyeksikan sebagai pusat pemantau tsunami sekaligus ikon kebanggaan Provinsi Bengkulu ini, dibangun sepanjang tahun 2007 hingga 2009 dan diresmikan pada tahun 2012 silam.

​Namun, berdasarkan investigasi lapangan tim Aktualid.com pada Selasa (14/7/2026), fungsi mitigasi dan kemegahan menara tersebut telah sirna. Kondisi fisiknya kini berada pada tahap yang sangat kritis dan membahayakan keselamatan publik akibat pembiaran bertahun-tahun tanpa ada perhatian dari pihak terkait.



​Pelat Besi Terlepas dan Kaca Pecah Mengintai Pengunjung.


​Sebagai bangunan penunjang keselamatan yang berada tepat di jantung pusat keramaian kota, View Tower justru menjelma menjadi ancaman terbesar bagi keselamatan warga. Hasil pantauan langsung tim investigasi di lokasi menunjukkan kerusakan struktural yang sangat fatal:


​Pelat Besi Mulai Terlepas: Beberapa bagian pelat besi pembungkus dinding menara terpantau sudah renggang, keropos, dan sebagian mulai terlepas. Pada ketinggian puluhan meter, lembaran besi ini bisa meluncur ke bawah kapan saja akibat terpaan angin kencang.

​Korosi Akut pada Besi Penopang: Karat tebal telah menggerogoti struktur utama menara. Korosi yang parah ini dikhawatirkan melemahkan daya tahan bangunan terhadap getaran atau gempa.

​Kaca Pecah dan Hancur: Jendela-jendela kaca di bagian atas menara terpantau banyak yang pecah, menyisakan pecahan tajam yang rawan jatuh dan mengenai warga di area bawah.



​Ruang Publik yang Dihantui Bahaya

​Kawasan Alun-Alun Lapangan Merdeka merupakan ruang publik paling aktif di Kota Bengkulu, tempat berkumpulnya warga untuk berolahraga, tempat bermain anak-anak, dan pusat perputaran ekonomi para pedagang kaki lima. Kerusakan akut View Tower yang dibiarkan tanpa adanya barikade pengaman membuat kawasan ini layaknya area ranjau.


​"Kami yang setiap hari berjualan dan warga yang berolahraga di sini selalu diselimuti rasa takut. Kondisinya sudah lama dibiarkan rusak parah seperti ini. Pelat besi dan kaca di atas itu kalau jatuh bisa fatal akibatnya. Mengapa pihak terkait seperti tutup mata?" ungkap salah seorang pedagang di sekitar Alun-Alun kepada Aktualid.com.

​Kelalaian Menahun Pengelolaan Aset Daerah


​Sejarah mencatat, pembangunan menara pemantau tsunami ini menelan anggaran daerah yang sangat besar pada masanya. Namun, setelah diresmikan pada tahun 2012, pemanfaatannya tidak pernah optimal hingga akhirnya telantar dan luput dari agenda pemeliharaan dinas terkait.

​Pembiaran ini memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat. Publik menilai pemerintah daerah terkesan lamban dan acuh, seolah-olah menunggu adanya korban jiwa terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan tegas—apakah akan direnovasi total atau dilakukan pembongkaran demi keselamatan.

​Aktualid.com akan terus menelusuri dan meminta klarifikasi dari instansi terkait mengenai langkah darurat yang akan diambil untuk mengamankan situs View Tower ini sebelum bencana yang tidak diinginkan terjadi.

Mardiansyah

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image