Menagih Janji Manis di Jalan Rusak: Warga Air Putih Bengkulu Tengah Desak Bupati dan Ketua DPRD Realisasikan Perbaikan Jalan dan Rumah Ibadah
Menagih Janji Manis di Jalan Rusak: Warga Air Putih Bengkulu Tengah Desak Bupati dan Ketua DPRD Realisasikan Perbaikan Jalan dan Rumah Ibadah
BENGKULU TENGAH,Aktualid.com Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan kembali dikeluhkan oleh masyarakat. Kali ini, sorotan tajam datang dari warga Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah. Jalan poros desa sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer di wilayah tersebut dilaporkan rusak parah hingga menghambat total aktivitas perekonomian dan mobilitas harian warga.
Berdasarkan hasil penelusuran langsung tim Aktualid.com di lapangan, akses jalan yang menjadi urat nadi masyarakat ini dipenuhi lubang menganga, berlumpur saat hujan, dan berdebu pekat saat kemarau.
Parahnya lagi, kondisi jalan yang rusak bak kubangan ini dikabarkan sudah bertahan hingga belasan tahun tanpa pernah tersentuh perbaikan sekalipun dari pemerintah daerah terkait.
Kilas Balik: Menagih Janji Bupati dan Ketua DPRD
Masyarakat Desa Air Putih kini terang-terangan menagih rentetan janji manis yang pernah dilontarkan oleh Bupati Bengkulu Tengah dan Ketua DPRD Bengkulu Tengah.
Konon, dalam sebuah pertemuan resmi sebelumnya, kedua pejabat tinggi daerah tersebut sempat berjanji kepada warga bahwa perbaikan jalan sepanjang 2,5 km ini akan menjadi prioritas utama pembangunan. Tidak hanya urusan infrastruktur jalan, dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Bengkulu Tengah juga sempat melontarkan janji manis untuk membantu perbaikan rumah ibadah bagi masyarakat setempat.
Namun hingga kini, rentetan janji tersebut dinilai hanya menjadi "angin surga" belaka tanpa ada realisasi nyata di lapangan. Warga mulai mempertanyakan komitmen para pemimpin daerah tersebut yang dinilai terkesan abai setelah memberikan harapan.
Proposal Tahunan Desa Hanya Jadi "Sampah"
Kekecewaan warga kian memuncak mengingat pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Air Putih sebenarnya tidak tinggal diam. Setiap tahunnya, pihak desa selalu konsisten mengajukan proposal permohonan perbaikan infrastruktur jalan tersebut ke pemerintah kabupaten.
Namun, usulan-usulan resmi tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Warga menilai, pengorbanan dan aspirasi tertulis yang dikirimkan setiap tahunnya tersebut seolah diabaikan dan hanya berakhir menjadi tumpukan sampah di meja birokrasi tanpa adanya realisasi.
Dampak Sosial dan Ancaman Keselamatan.
Kerusakan jalan ini bukan sekadar masalah estetika desa atau ketidaknyamanan berkendara. Berdasarkan keluhan kolektif warga, kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan serius dari pemerintah daerah, hingga dampaknya mulai mengancam keselamatan jiwa.
Selain menyerupai kubangan kerbau saat hujan deras, akses jalan ini kerap memicu kecelakaan tunggal. Anak-anak yang hendak pergi ke sekolah dilaporkan sering terjatuh akibat medan yang licin dan berlubang. Terlebih saat malam hari, ketiadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang memadai membuat pengendara motor harus ekstra waspada agar tidak terperosok ke dalam lubang sedalam 20–30 sentimeter.
Aktivitas Ekonomi Lumpuh, Kesabaran Warga di Ambang Batas
Lebih lanjut, kerusakan jalan sepanjang 2,5 km ini menjadi ancaman nyata bagi perputaran ekonomi di Kecamatan Talang Empat. Biaya angkut komoditas pertanian melonjak drastis karena kendaraan operasional masyarakat kerap mengalami kerusakan akibat medan yang ekstrem.
Melihat situasi pelik yang berlarut-larut ini, salah seorang tokoh pemuda Desa Air Putih ikut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kesabaran masyarakat kini sudah berada di ambang batas.
"Jangan sampai masyarakat menggalang aksi yang lebih besar atau menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes. Kami butuh kepastian kapan anggaran dialokasikan untuk perbaikan jalan dan kapan janji bantuan perbaikan rumah ibadah itu direalisasikan," ujarnya dengan nada kecewa.
Warga Butuh Aksi Nyata
Masyarakat Desa Air Putih berharap, dengan mencuatnya pemberitaan ini, pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dan lembaga legislatif (DPRD) dapat segera membuka mata. Warga menegaskan tidak lagi membutuhkan janji-janji politik baru, melainkan aksi nyata berupa alat berat yang turun ke desa untuk mulai memperbaiki jalan mereka serta kejelasan nasib bantuan perbaikan rumah ibadah yang dijanjikan.
Sampai berita ini diturunkan, tim Aktualid.com masih berupaya menghubungi pihak Dinas PUPR Bengkulu Tengah untuk mendapatkan konfirmasi serta kejelasan mengenai anggaran perbaikan jalan tersebut.
(Adek Fiore)




