Keadaan ruh saat sakaratul maut. Menurut IsIam
KOLOM AGAMA
"Keadaan ruh saat sakaratul maut. Menurut IsIam"
Dalam Islam, keadaan ruh saat sakaratul maut berbeda antara orang beriman dan orang kafir atau durhaka.
1. Ruh Orang Beriman
Ketika ajal tiba, malaikat turun dari langit dengan wajah yang putih berseri. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Kemudian Malaikat Maut berkata:
"Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridaan Allah."
Ruh orang beriman keluar dengan mudah, seperti tetesan air yang mengalir dari mulut kendi. Setelah itu ruh dibawa naik ke langit dan disambut oleh para malaikat hingga dicatat sebagai penghuni surga. (HR. Ahmad, Abu Dawud)
2. Ruh Orang Kafir
Ketika ajal tiba, malaikat turun dengan wajah yang gelap dan membawa kain dari neraka. Malaikat Maut berkata:
"Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan dan azab Allah."
Ruhnya dicabut dengan sangat keras, seperti besi berduri yang ditarik dari bulu basah. Ruh tersebut kemudian ditolak oleh pintu-pintu langit dan dicatat sebagai penghuni neraka. (HR. Ahmad)
3. Beratnya Sakaratul Maut
Sakaratul maut merupakan keadaan yang sangat berat. Bahkan Nabi Muhammad ï·º merasakan dahsyatnya sakaratul maut dan bersabda:
"Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat (rasa sakit)."
(HR. Bukhari)
Hikmah yang Dapat Diambil
▪️Perbanyak tauhid dan amal saleh sebelum datang kematian.
▪️Perbanyak taubat karena tidak ada yang mengetahui kapan ajal tiba.
▪️Berdoa agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
▪️Mengingat kematian dapat melembutkan hati dan mendorong kita mempersiapkan bekal akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dimudahkan saat sakaratul maut dan diwafatkan dalam keadaan beriman. Aamiin.
Red


