BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

KAWALI Sanggah Geothermal Cukup Dijawab dengan Sosialisasi: Rokhim, Data Dulu Sebelum Minta Warga Percaya

 BERITA DAERAH



KAWALI Sanggah Geothermal Cukup Dijawab dengan Sosialisasi: Rokhim, Data Dulu Sebelum Minta Warga Percaya


KUNINGAN,Aktualid.com Pernyataan ahli geologi bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap rencana geothermal Gunung Ciremai harus dijawab melalui mitigasi dan sosialisasi dinilai belum menyentuh persoalan utama yang dipertanyakan masyarakat.


Sekretaris KAWALI DPD Kuningan, Rokhim Wahyono, menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang menolak energi panas bumi secara membabi buta. Yang dipertanyakan adalah data, kajian, transparansi, potensi dampak terhadap sumber air, serta kepastian perlindungan kawasan Ciremai.


“Mitigasi dan sosialisasi memang penting. Tetapi sebelum bicara mitigasi, pemerintah harus membuka dulu data dan kajian yang menjadi dasar kebijakan. Jangan masyarakat diminta percaya sebelum datanya bisa diuji,” tegas Rokhim.


Menurutnya, geothermal tidak bisa hanya dinilai dari aspek teknologi dan potensi menghasilkan listrik. Setiap wilayah memiliki karakter geologi, hidrogeologi, ekologis dan sosial yang berbeda.


“Kalau geothermal secara umum disebut aman, pertanyaannya: aman berdasarkan kajian apa, di lokasi mana, dan siapa yang menjamin apabila terjadi dampak terhadap sumber air atau lingkungan?” ujarnya.


Rokhim menilai sosialisasi juga tidak boleh sekadar menjadi forum untuk meyakinkan masyarakat bahwa proyek aman.


“Partisipasi publik bukan hanya masyarakat mendengar penjelasan pemerintah. Masyarakat harus diberi data, ruang bertanya, mengkritisi, bahkan menyampaikan keberatan,” katanya.


KAWALI juga mempertanyakan dasar penetapan angka cadangan 40 MW dalam rencana WKP Gunung Ciremai. Menurut Rokhim, apabila terdapat perbedaan angka dengan kajian sebelumnya, pemerintah perlu memberikan penjelasan ilmiah mengenai perubahan tersebut.


“Kami tidak sedang menuduh. Kami meminta penjelasan. Apa dasar angka 40 MW itu? Bagaimana metodologinya? Apa hasil kajian terbarunya? Kalau memang datanya kuat, buka kepada publik,” tegasnya.


KAWALI Minta Enam Hal


Untuk memastikan proses berjalan transparan dan tidak mengorbankan kepentingan ekologis, KAWALI meminta pemerintah:


Pertama, menunda sementara proses lelang WKP Gunung Ciremai sampai data dan kajian dasar dibuka secara transparan.


Kedua, membuka riwayat pengusulan WKP Ciremai, termasuk pihak pengusul dan dasar kajiannya.


Ketiga, menjelaskan secara terbuka dasar penetapan cadangan 40 MW beserta metodologi dan hasil kajian terbarunya.


Keempat, membuat baseline sumber air sebelum kegiatan eksplorasi, meliputi mata air, debit musim hujan dan kemarau, kualitas air serta kondisi hidrogeologi.


Kelima, membuka kajian teknis dan lingkungan, termasuk geologi, hidrogeologi, tata ruang, kawasan konservasi, titik pengeboran, kebutuhan air dan mitigasi risiko.


Keenam, menggelar forum publik atau RDP terbuka dengan menghadirkan Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Kuningan, pengelola TNGC, akademisi, ahli geologi-hidrogeologi, masyarakat dan organisasi lingkungan.


Rokhim menegaskan, KAWALI tidak ingin isu geothermal diposisikan secara hitam-putih antara kelompok pro dan kontra energi.


“Kami tidak anti-energi dan tidak anti-investasi. Yang kami tolak adalah kalau investasi berjalan sementara data dan risiko ekologis tidak transparan,” ujarnya.


Menurutnya, prinsip yang harus digunakan sangat sederhana: data dulu, kajian dulu, transparansi dulu, baru keputusan.


“Jangan dibalik. Jangan proyeknya berjalan dulu, kemudian masyarakat diberi sosialisasi bahwa semuanya aman,” kata Rokhim.


Ia pun meminta pemerintah dan para ahli tidak alergi terhadap pertanyaan publik.


“Kalau memang geothermal Ciremai aman, mari buka datanya. Biarkan diuji oleh ahli, akademisi, DPRD dan masyarakat sipil. Kalau benar-benar kuat secara ilmiah, justru keterbukaan akan memperkuat kepercayaan publik,” tegasnya.


Rokhim mengingatkan bahwa Ciremai bukan semata-mata persoalan berapa megawatt listrik yang dapat dihasilkan.


“Sebelum menghitung berapa megawatt listrik yang bisa dihasilkan Ciremai, pemerintah harus menghitung terlebih dahulu nilai air, hutan, ekosistem dan kehidupan masyarakat yang dipertaruhkan. Ciremai bukan sekadar reservoir panas bumi, tetapi sumber kehidupan.”


Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image