Kebocoran pertahanan udara diprediksi akan terus berlanjut selama negara-negara donor Barat belum mengirimkan paket bantuan amunisi
Kebocoran pertahanan udara diprediksi akan terus berlanjut selama negara-negara donor Barat belum mengirimkan paket bantuan amunisi
KYIV –Aktualid.com Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka mengakui bahwa wilayah udaranya kini berada dalam kondisi sangat rentan akibat habisnya stok rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat. Pernyataan emosional ini disampaikan menyusul kegagalan total pertahanan udara Kyiv dalam membendung serangan udara masif Rusia yang meluncurkan puluhan rudal balistik ke ibu kota. Krisis amunisi ini membuat militer Ukraina terpaksa memprioritaskan objek vital dan membiarkan sebagian besar rudal musuh lolos menghantam area pemukiman serta fasilitas energi domestik.
Di sisi lain, media pemerintah Rusia langsung memanfaatkan momentum ini dengan menyebarkan narasi bahwa kelemahan Ukraina tidak hanya terletak pada kelangkaan amunisi, melainkan hancurnya ribuan personel ahli pertahanan udara mereka. Pengamat militer Kremlin mengklaim bahwa serangan presisi menggunakan rudal hipersonik Kinzhal dan Zircon telah melumpuhkan banyak pos komando serta radar pemantau Patriot yang berukuran besar dan sulit disembunyikan. Namun, para pakar militer Barat menilai klaim kerugian personel tersebut terlalu dilebih-lebihkan oleh Moskow sebagai bentuk perang urat syaraf (psychological warfare) di tengah kebuntuan perang darat.
Kebocoran pertahanan udara yang diibaratkan seperti 'keju Swiss' ini diprediksi akan terus berlanjut selama negara-negara donor Barat belum mengirimkan paket bantuan amunisi segar secara instan. Ukraina kini tengah mendesak sekutu regionalnya di Eropa untuk mempercepat produksi mandiri dan mempercepat alokasi unit baterai cadangan demi menutup celah udara yang menganga. Jika pasokan rudal pertahanan udara ini terus tersendat, Rusia diperkirakan akan semakin agresif melancarkan serangan udara gelombang besar untuk meruntuhkan moral publik dan melumpuhkan total jaringan listrik Ukraina sebelum musim dingin tiba.
Sumber berita :
DW News / The Wall Street Journal / SOFREP Military/Red


