Diduga Data Peserta Didik PKBM Success Jaya di Cilimus Dimanipulasi, Jumlah Capai Ribuan
DUNIA PENDIDIKAN
Diduga Data Peserta Didik PKBM Success Jaya di Cilimus Dimanipulasi, Jumlah Capai Ribuan
Kuningan, 26 Agustus 2026 — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Success Jaya yang berada di Desa Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara jumlah peserta didik yang tercatat dengan kapasitas ruang belajar yang tersedia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah peserta didik pada PKBM tersebut diduga mencapai ribuan orang. Angka tersebut dinilai perlu diverifikasi karena kondisi sarana dan kapasitas ruang pembelajaran di lokasi disebut tidak sebanding dengan jumlah peserta didik yang dilaporkan.
PKBM Success Jaya tercatat sebagai lembaga pendidikan nonformal berstatus swasta dengan NPSN P2970308 dan akreditasi B. Lembaga tersebut beralamat di Perumahan Caracas Mountain View, Desa Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dengan layanan pendidikan program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Dugaan manipulasi data peserta didik tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama apabila jumlah peserta yang dilaporkan berkaitan dengan data pokok pendidikan, pencairan bantuan operasional, maupun berbagai bentuk pembiayaan yang bersumber dari anggaran pemerintah.
Sebab, apabila terdapat peserta didik yang tidak benar-benar mengikuti proses pembelajaran tetapi tercatat dalam data resmi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan administrasi hingga dugaan penyalahgunaan anggaran negara.
Pertanyaan utamanya sederhana: benarkah seluruh peserta didik yang tercatat mencapai ribuan orang tersebut benar-benar ada dan mengikuti kegiatan pembelajaran?
Untuk menjawabnya, diperlukan verifikasi lapangan secara menyeluruh, mulai dari daftar nama peserta didik, kehadiran, rombongan belajar, jadwal pembelajaran, tenaga pendidik, kapasitas ruang kelas, hingga kesesuaian data yang tercatat dalam sistem pendidikan.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan maupun instansi terkait perlu melakukan pencocokan data secara independen. Verifikasi tidak cukup hanya berdasarkan dokumen administrasi, tetapi perlu memastikan keberadaan peserta didik secara faktual.
Jika ditemukan adanya nama peserta didik yang tidak pernah mengikuti kegiatan belajar atau bahkan tidak diketahui keberadaannya, maka persoalan tersebut tidak bisa dianggap sekadar kesalahan administrasi.
Sebaliknya, jika seluruh data dapat dibuktikan valid, pihak PKBM juga perlu diberikan ruang untuk menjelaskan mekanisme pembelajaran yang memungkinkan lembaga tersebut menampung peserta didik dalam jumlah besar dengan kondisi sarana yang ada.
Media ini juga membuka ruang klarifikasi bagi pengelola PKBM Success Jaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai jumlah riil peserta didik dan dasar pencatatan data tersebut.
Publik membutuhkan kepastian: apakah ribuan peserta didik itu benar-benar ada, atau hanya angka dalam administrasi?
Verifikasi terbuka dan transparan menjadi penting agar program pendidikan kesetaraan benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan dipergunakan sesuai peruntukannya.
IRMAN


