Di Balik Kata 'Pemeliharaan', Muncul Spekulasi Upaya Penghapusan Jejak Karya Pendahulu
MIMBAR REDAKSI
Di Balik Kata 'Pemeliharaan', Muncul Spekulasi Upaya Penghapusan Jejak Karya Pendahulu
Oleh : Irman Syamsul Bahri
Pemimpin Redaksi
Aktualid.com
Agenda pemeliharaan infrastruktur publik di Kabupaten Kuningan mendadak memicu kontroversi. Istilah "pemeliharaan" yang idealnya bertujuan untuk merawat atau merenovasi sarana tanpa merusak identitas awal, kini dipertanyakan.
Proyek yang berjalan di Bundaran Jalan Soekarno-Hatta diduga memiliki agenda tersembunyi menghapus jejak karya pemimpin pendahulu.
Tugu Bola Dunia—ikon ikonik hasil karya era kepemimpinan almarhum Bupati H. Aang Hamid Suganda—kini dipugar. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ikon tersebut akan digantikan oleh patung kuda.
Kejanggalan muncul ketika papan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) justru secara eksplisit mencantumkan judul kegiatan sebagai "Pemeliharaan", bukan pemugaran total atau pembongkaran.
Perbedaan mendasar antara papan proyek dan realisasi di lapangan ini menyulut beragam spekulasi publik. Seharusnya, pekerjaan pemeliharaan maupun rehabilitasi difokuskan pada perbaikan sarana yang rusak tanpa mengeliminasi atau merubah wujud sarana yang sudah ada sebelumnya.
Keputusan memugar Tugu Bola Dunia ini menimbulkan persepsi miring di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya sistematis untuk mengaburkan, bahkan menghapus, rekam jejak serta warisan pembangunan bupati terdahulu dari ingatan publik Kuningan.


