IRAN dukung Pasukan MESIR di UEA " Jauh lebih baik jika pasukan Mesir menggantikan keberadaan pasukan Zionis (Israel) dan Amerika Serikat di kawasan."
IRAN dukung Pasukan MESIR di UEA " Jauh lebih baik jika pasukan Mesir menggantikan keberadaan pasukan Zionis (Israel) dan Amerika Serikat di kawasan."
DOHA / TEHERAN, 9 Mei 2026 – Seorang diplomat senior Iran dalam wawancara eksklusif bersama Al Jazeera menegaskan bahwa pemerintahannya telah mengetahui dan menerima keberadaan pasukan militer Mesir yang kini ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA). Ia menekankan bahwa penempatan pasukan ini sama sekali tidak memiliki tujuan atau sikap agresif terhadap pihak mana pun.
Lebih jauh, diplomat tersebut menyatakan pandangan tegas: "Jauh lebih baik jika pasukan Mesir menggantikan keberadaan pasukan Zionis (Israel) dan Amerika Serikat di kawasan. Karena urusan keamanan antarnegara sebaiknya memang ditangani oleh negara-negara kawasan sendiri, bukan kekuatan asing."
Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediterranean Man dan dikonfirmasi sumber-sumber kawasan, langkah ini ternyata tidak berhenti di UEA saja. Tercatat setidaknya tiga negara Teluk lainnya juga telah mengajukan permintaan resmi agar pasukan Mesir ikut ditempatkan di wilayah mereka. Pergeseran ini terjadi seiring memudarnya kepercayaan negara-negara Teluk terhadap keandalan dan komitmen Amerika Serikat sebagai sekutu keamanan utama.
Dalam pandangan analis, ini merupakan pergeseran strategi besar: kekuatan Amerika Serikat kini perlahan digeser posisinya dan digantikan oleh pasukan dari Mesir maupun Pakistan, dan hal ini berlangsung dengan persetujuan serta pemahaman penuh dari Iran.
Banyak pengamat menilai langkah ini sebagai manuver geopolitik cerdas Teheran. Dengan membiarkan dan mendukung kehadiran kekuatan regional seperti Mesir, Iran dianggap berhasil mengurangi pengaruh asing tanpa perlu konfrontasi militer terbuka. Hal ini memicu spekulasi bahwa langkah ini baru permulaan, dan kemungkinan besar kekuatan asing lainnya juga akan segera diminta untuk angkat kaki dari kawasan Teluk Persia.
Sumber: Al Jazeera, Mediterranean Man, Pemantau Geopolitik Kawasan
Irman

