Membongkar mafia pendidikan di balik Larangan " LKS tetap melenggang mulus tanpa Hambatan "
Membongkar mafia pendidikan di balik Larangan " LKS tetap melenggang mulus tanpa Hambatan "
Oleh : Irman Syamsul Bahri
Pemimpin Redaksi
Aktualid.com
Mustahil jika benar akan menyetop adanya penjualan Buku LKS ,Walau itu di sampaikan oleh Gubenur,Bupati sampai Kepala Dinas, Kenapa bisa mustahil ?
Karena larangan itu tidak pernah ada bentuk sanksi atau penindakan secara tegas dari yang berkomopeten,Larangan hanya sebatas berkoar tanpa tindakan.
Adapun Sidak dan sebagai nya hanya sebatas dari pada tidak sama sekali ,lebih baik ection seakan menegakan aturan,nyatanya yang di serap hanya pada subjeck tertentu saja,tanpa melakukan penyerapan aspirasi dari korban ( orang tua siswa ) yang banyak menyampaikan rasa keberatan akan beban biaya tambahan untuk membeli Buku pendamping yang bernama LKS.
Apalagi kalau harus melakukan pengungkapan siapa yang bermain dalam peredaran Buku LKS selain penerbit, Mampukah pihak terkait dalam hal ini Pemerintah bersama Dinas pendidikan mebabat abis para pemain dalam peredaran LKS.
Kepala.sekolah di hadapkan pada dilema yang serba salah,tidak di terima mereka membawa legitimasi dari pihak dinas,bahwa LKS seakan ada recom dari dinas pendidikan,recomendasi Lisan tanpa tertulis.Dinas pendidikan pun berkelit dengan mengatakan tidak pernah mengeluarkan recomendasi apapun,kesiapapun untuk penjualan LKS,jadi yang sebenarnya siapa disini yang bermain ?
Baju organisasi kadang menjelma menjadi baju besi dalam menghadapi polemik larangan Buku LKS,dan seakan ia yang akan mengcounter bila ada anggotanya yang terlibat suatu permasalahan hukum dan lainnya dengan dalih memberikan perlindungan.
Jika benar pemerintah akan seruius memotong mata rantai peredaran Buku LKS lakukanlah pengungkapan yang benar benar membongkar semua lingkaran para pemain penjualan Buku LKS,tanpa pandang bulu,berikan sanksi yang jelas bagi yang di anggap melanggar larangan.
Jika benar benar pemerintah sanggup menyetop perdagangan Buku LKS bagi siswa agaknya masyarakat terutama Orang Tua Siswa akan merasa lega,bisa mengurangi beban biaya anak anaknya bersekolah.
**************



