Ketua BEM dari Universitas Gadjah Mada " mempertanyakan urgensi program MBG yang menargetkan 82 juta anak Indonesia
Ketua BEM dari Universitas Gadjah Mada " mempertanyakan urgensi program MBG yang menargetkan 82 juta anak Indonesia "
Ketua BEM dari Universitas Gadjah Mada melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sebuah pidato yang beredar di media sosial. Dalam pernyataannya, ia secara langsung menyebut nama Prabowo Subianto dan menyebut program tersebut sebagai “Maling Berkedok Gizi”.
Dalam pidatonya, ia mempertanyakan urgensi program MBG yang menargetkan 82 juta anak Indonesia. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut angka kemiskinan kurang dari 10 persen. Menurutnya, jika menggunakan logika tersebut, seharusnya penerima MBG tidak mencakup seluruh anak, melainkan hanya sekitar 9 persen.
Ia kemudian menuding program tersebut sebagai proyek. Dalam pernyataannya, ia menyebut satu pemilik SPPG atau yayasan bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp100 juta hingga Rp125 juta per bulan. Ia juga menyatakan bahwa kepemilikan SPPG disebut bukan melalui mekanisme demokratis, melainkan pihak yang dekat yang mendapatkannya.
Selain itu, dalam pidato tersebut ia menyinggung kondisi sosial dengan menyebut adanya seorang anak di NTT yang disebut mengakhiri hidup karena uang Rp10.000. Ia lalu menyebut rezim saat ini sebagai zalim, bahkan membandingkannya dengan tokoh-tokoh seperti Firaun dan Namrud.
Di akhir pidatonya, ia kembali menegaskan kritiknya dengan menyebut program MBG bukan sebagai makan bergizi gratis, melainkan “Maling Berkedok Gizi”.
Irman



