DIPLOMASI KILAT: Washington Akui 'Garis Merah' Uranium, Iran Siap Akhiri Kebuntuan Nuklir
DIPLOMASI KILAT: Washington Akui 'Garis Merah' Uranium, Iran Siap Akhiri Kebuntuan Nuklir
TEHERAN / WASHINGTON – Dunia internasional dikejutkan oleh pengumuman dramatis dari pihak Teheran yang menyatakan bahwa Amerika Serikat kini secara resmi menerima "Red Line" (Garis Merah) Iran terkait pengayaan uranium. Laporan yang pertama kali diembuskan oleh Bloomberg ini mengindikasikan bahwa kedua musuh bebuyutan tersebut sedang berada di jalur cepat (fast deal) untuk menandatangani kesepakatan baru guna meredakan ketegangan militer di Timur Tengah
Menurut sumber diplomatik, kesepakatan ini melibatkan konsesi timbal balik yang sangat strategis Penerimaan Ambang Batas: AS dilaporkan tidak lagi menuntut penghentian total seluruh program nuklir, melainkan menyetujui level pengayaan uranium tertentu yang dianggap Iran sebagai hak kedaulatan mereka.
Para pengamat menilai pergeseran sikap Washington ini tidak lepas dari tekanan global lainnya. Dengan strategi AS yang sedang berupaya mengalihkan India dari minyak Rusia ke Venezuela, mengamankan "perdamaian" dengan Iran menjadi kunci agar fokus militer dan ekonomi AS tidak terpecah.
Kehadiran pesawat komando Tu-214PU "Doomsday" Rusia di Teheran sebelumnya dianalisis sebagai "asuransi" bagi Iran, yang mungkin telah memaksa Washington untuk mempertimbangkan jalur negosiasi daripada konfrontasi fisik yang berisiko melibatkan kekuatan nuklir lain.
Sumber :MDNESW
Irman



