TARUMANEGARA peradaban sunda dan terbesar di Nusantara
TARUMANEGARA peradaban sunda dan terbesar di Nusantara
Jika kita berbicara tentang titik awal sejarah di Pulau Jawa, pandangan kita harus tertuju pada hamparan tanah Jawa Barat sekitar abad ke-4 Masehi. Di sinilah berdiri Tarumanegara, sebuah kemaharajaan yang menyandang gelar sebagai kerajaan tertua di Pulau Jawa berdasarkan bukti tertulis yang otentik.
Berbeda dengan narasi tutur atau legenda, keberadaan Tarumanegara adalah fakta keras yang terpahat pada batu-batu purba yang melintasi zaman.
Purnawarman: Sang Raja dan Insinyur Pertama Nusantara
Secara arkeologis, sosok yang menjadi pilar utama kejayaan kerajaan ini adalah Raja Purnawarman. Berkuasa pada abad ke-5 Masehi, ia bukan hanya seorang penguasa militer yang gagah berani, tetapi juga seorang pemimpin dengan visi pembangunan yang sangat modern.
Salah satu pencapaiannya yang paling mencengangkan terekam dalam Prasasti Tugu. Di sana dicatat sebuah megaproyek infrastruktur: penggalian saluran air (Sungai Gomati dan Candrabhaga) sepanjang kurang lebih 11 kilometer dalam waktu hanya 21 hari. Proyek ini bukan sekadar ritual, melainkan solusi strategis untuk irigasi pertanian dan pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah pemukiman.
Tujuh Saksi Bisu Kedaulatan Taruma
Otentisitas Tarumanegara didukung oleh tujuh prasasti utama yang ditemukan tersebar di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Batu-batu ini menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, yang menandakan bahwa masyarakatnya telah memiliki peradaban literasi yang sangat maju.
* Prasasti Ciaruteun: Menampilkan pahatan telapak kaki Raja Purnawarman yang disamakan dengan jejak kaki Dewa Wisnu, simbol legitimasi kekuasaan dan perlindungan.
* Prasasti Tugu: Catatan sejarah mengenai proyek pengairan raksasa dan kedermawanan raja yang menyedekahkan 1.000 ekor sapi.
* Prasasti Kebon Kopi: Menampilkan jejak kaki gajah tunggangan raja yang diibaratkan sebagai gajah Airawata (kendaraan Dewa Indra).
* Prasasti Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, dan Cidanghiang: Mempertegas luas wilayah kekuasaan yang mencakup hampir seluruh sisi barat Pulau Jawa.
Kemakmuran dan Evolusi Identitas
Tarumanegara berkembang menjadi pusat perdagangan dan pertanian yang kosmopolitan. Catatan dari Tiongkok (Dinasti Sui dan Tang) serta kesaksian biksu pengelana Fa-Hien mengonfirmasi bahwa kerajaan ini aktif dalam jaringan diplomasi internasional.
Kerajaan ini tidak runtuh secara mendadak, melainkan mengalami evolusi politik. Menjelang abad ke-7, di bawah kepemimpinan Tarusbawa, identitas "Taruma" bertransformasi menjadi Kerajaan Sunda. Hal ini menjadikan Tarumanegara sebagai leluhur langsung dari kebudayaan dan kearifan masyarakat Sunda yang kita kenal hingga saat ini.
Irman



