Puisiku " MENYULAM DUSTA DALAM RIBUAN TAWA "
Puisiku " MENYULAM DUSTA DALAM RIBUAN TAWA "
Duduk sendiri
Diatas bilah-bilah hati
Dalam meniti waktu
Yang enggan menyatu
Kian tersudut keadaan
Dalam ragam ketidak nyamanan
Hingga banyak orang
Menawarkan senyuman kebohongan
Aku semakin terpenjara
Dengan usia lekang
Bagai prasasti peninggalan
Usang termakan jaman
Tapi...
Haruskah bergelut ratapan
Sementara di sana
Masih banyak insan lebih dari tangisanku
Lebih baik
Ku anyam dustaku
Dalam ribuan tawa
Mencandai hidup dengan kebahagian
Ku akan terus bersyukur
Betapa hidupku mujur
Membawa Pencipta nan agung
Dalam caraNya yang anggun
Akan ku tunjukkan
Pada tingginya langit
Pada sombongnya batu karang
Pada ganasnya ombak menerjang
Kan ku titipkan
Pada pengembaraan angin
Pada pengawasan mata langit
Tentang kekuatan
Ku tantang kekejaman jaman
Dengan kepercayaan diri
Agar mereka tahu
Aku akan terus tegar
Sampai akhir batasannya
Sampai tanah mengubur
Cerita cerita usang
Pujangga Renta
Irsyamba



