PUISIKU " Jendela Masa Depan "
PUISIKU " Jendela Masa Depan "
Di kamar sempit ini
aku memasang jendela
menghadap ke besok pagi,
padahal tembok masih sibuk
menghafal retak.
Jendela itu kupel dari kalender bekas,
dari jam dinding yang berdetak ragu,
dari doa-doa yang pernah jatuh
lalu kupungut lagi dengan hati-hati.
Setiap kali kubuka,
masa depan tidak selalu masuk.
Kadang hanya angin
yang membawa bau utang,
kadang suara ibu
memanggil namaku dari masa lalu.
Aku menempelkan wajah ke kaca,
melihat diriku yang lain
sedang antre harapan,
menyimpan mimpi di saku celana
yang sudah bolong.
Jika suatu hari jendela ini pecah,
aku tak akan menyalahkan batu.
Mungkin aku terlalu sering
mengetuk masa depan
dengan tangan gemetar.
Maka kubiarkan jendela terbuka,
meski hujan bisa masuk kapan saja.
Sebab siapa tahu,
di antara tetes-tetes itu,
masa depan menyelinap
tanpa permisi
dan duduk diam
di kursi hatiku.
******
Pujangga Renta
Irsyamba



