PUISIKU " Hanya Salam Takzim "
PUISIKU " Hanya Salam Takzim "
Aku menitipkan pagi
di saku kemejaku yang kusut,
lalu berangkat ke hari
tanpa rencana besar
selain mengucap salam.
Di depan cermin,
wajahku tampak seperti tanda baca
yang lupa pada kalimatnya sendiri.
Aku membetulkan rambut,
membetulkan niat,
meski niat sering lebih bandel
dari rambut yang disisir doa.
Aku tak membawa pidato,
tak pula karangan bunga.
Hanya salam takzim
yang kutaruh pelan
di ambang perjumpaan—
seperti sandal yang rapi
di depan rumah yang sederhana.
Kepada waktu aku menunduk,
kepada hidup aku belajar mengeja:
bahwa sopan santun
adalah cara paling sunyi
untuk bertahan.
Jika kelak aku pergi,
jangan carikan aku di prasasti
atau barisan kata yang tinggi.
Cukup ingat
pernah ada seseorang
yang datang dan pulang
dengan satu bekal:
hanya salam takzim.
171269



