PERLUKAH PELAJARAN PMP (PENDIDIKAN MORAL PANCASILA) DIKEMBALIKAN?
PERLUKAH PELAJARAN PMP (PENDIDIKAN MORAL PANCASILA) DIKEMBALIKAN?
PMP (Pendidikan Moral Pancasila) dahulu menjadi mata pelajaran khusus yang menanamkan nilai moral, etika, dan karakter kebangsaan. Pertanyaan tentang perlu tidaknya PMP dikembalikan muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap sikap dan perilaku peserta didik saat ini.
ALASAN PMP PERLU DIKEMBALIKAN
• Terjadi penurunan sikap sopan santun, disiplin, dan empati di kalangan siswa.
• Pendidikan karakter sering hanya menjadi slogan, belum menjadi fokus utama.
• Nilai-nilai Pancasila perlu diajarkan secara mendalam, bukan sekadar disisipkan.
• Guru memiliki ruang pembelajaran khusus untuk membahas moral dan etika.
• Sekolah membutuhkan pedoman nilai yang jelas, terstruktur, dan konsisten.
• PMP dapat menjadi fondasi pembentukan karakter sejak usia dini.
ALASAN PMP TIDAK PERLU DIKEMBALIKAN SEBAGAI MAPEL TERPISAH
• Nilai moral sudah terintegrasi dalam PPKn dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
• Penambahan mata pelajaran berpotensi menambah beban belajar siswa.
• Masalah utama bukan kurangnya mapel, tetapi lemahnya implementasi nilai.
• Tanpa keteladanan guru dan lingkungan sekolah, PMP berisiko menjadi hafalan semata.
• Efektivitas pendidikan karakter lebih ditentukan oleh budaya sekolah.
PERTIMBANGAN PENTING
• Pendidikan moral harus bersifat aplikatif dan kontekstual.
• Perlu sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
• Guru perlu menjadi teladan nyata, bukan hanya penyampai materi.
• Evaluasi karakter sebaiknya berbasis perilaku, bukan nilai angka.
KESIMPULAN
• Yang terpenting bukan nama mata pelajarannya, melainkan bagaimana nilai Pancasila dihidupkan.
• PMP bisa dikembalikan jika dirancang relevan dengan tantangan zaman.
• Alternatif lain adalah memperkuat PPKn, P5, dan budaya sekolah secara konsisten.
Irman



