Perjanjian Breda "Belanda dan Inggris sepakat melakukan tukar guling wilayah jajahan" New York Pernah di tukar dengan Pulau RUN di Kepulauan BANDA
Perjanjian Breda "Belanda dan Inggris sepakat melakukan tukar guling wilayah jajahan"
New York Pernah di tukar dengan Pulau RUN di Kepulauan BANDA
Pada tahun 1667, dunia menyaksikan salah satu keputusan geopolitik paling ironis dalam sejarah. Melalui Perjanjian Breda, Belanda dan Inggris sepakat melakukan tukar guling wilayah jajahan. Dalam kesepakatan itu, Belanda menyerahkan New Amsterdam di Amerika Utara—wilayah yang kini dikenal sebagai Manhattan, New York—kepada Inggris.
Sebagai gantinya, Inggris menyerahkan Pulau Run di Kepulauan Banda kepada Belanda. Pada masa itu, keputusan ini dianggap sangat masuk akal. Pulau Run adalah satu-satunya tempat di dunia yang menghasilkan pala, rempah langka yang nilainya bisa melampaui harga emas di pasar Eropa. Pala bukan sekadar bumbu, tetapi komoditas strategis untuk obat, pengawet makanan, dan simbol kekayaan.
Sebaliknya, New Amsterdam kala itu hanyalah pemukiman kecil yang belum menunjukkan potensi ekonominya. Belanda menilai Pulau Run jauh lebih menguntungkan dan strategis dibanding wilayah di Dunia Baru yang belum berkembang.
Namun sejarah bergerak ke arah yang tak terduga. Manhattan tumbuh menjadi salah satu pusat keuangan, budaya, dan kekuasaan dunia, sementara Pulau Run perlahan kembali menjadi desa kecil yang tenang di Maluku. Perjanjian ini kini sering disebut sebagai contoh paling ekstrem bagaimana nilai suatu wilayah bisa berubah drastis seiring waktu.
Sumber:
BBC News
Historia.id
Irman



