BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Di Tengah Program MBG, Guru Menunggu Keadilan

 


Di Tengah Program MBG, Guru Menunggu Keadilan


Anak-anak kini duduk rapi di bangku sekolah, piring mereka terisi, gizi mereka diperhatikan negara. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan semangat besar—menjaga masa depan generasi.

Namun di ruang kelas yang sama, guru tetap berdiri dengan kegelisahan lama.

Mereka mengajar sejak pagi, menyiapkan materi, mendidik dengan hati. 

Tapi ketika bel pulang berbunyi, perjuangan hidup justru dimulai: gaji tak sebanding beban kerja, status tak pasti, kesejahteraan yang terus tertunda.

Negara hadir di piring anak,

namun sering absen di dompet guru.

Ironinya, keberhasilan MBG juga bertumpu pada guru.

Guru yang mengatur jadwal, menjaga ketertiban, memastikan anak-anak siap menerima program baru. Beban bertambah, penghargaan tak selalu menyusul.

Sebagian guru bertanya dalam diam: Mengapa anggaran triliunan bisa tersedia untuk satu program, sementara kesejahteraan pendidik berjalan di tempat?

Tidak ada yang menolak anak makan bergizi.

Guru pun ingin muridnya sehat dan cerdas.

Namun keadilan tak boleh pincang—gizi anak dan kesejahteraan guru seharusnya berjalan beriringan, bukan dipertentangkan.

Karena pendidikan bukan hanya soal apa yang dimakan murid hari ini,

tetapi juga bagaimana guru bertahan hidup untuk mengajar esok hari.

Jika guru terus diminta berkorban tanpa kepastian, maka pertanyaan besarnya sederhana: siapa yang akan mendidik generasi setelah piring itu kosong?

Red

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image