BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

PERDEBATAN SUNYI YANG MENUNGGU BUKTI: APAKAH PERADABAN DARI BARAT KE TIMUR, ATAU DARI TIMUR KE BARAT

 INSPIRASI dan PENGETAHUAN



PERDEBATAN SUNYI YANG MENUNGGU BUKTI: APAKAH PERADABAN DARI BARAT KE TIMUR, ATAU DARI TIMUR KE BARAT


Ada satu perdebatan yang tidak pernah masuk berita TV, tapi diam-diam memperebutkan asal-usul kita semua.


Apakah nenek moyang kita datang dari Barat ke Timur? Atau justru dari Timur ke Barat


Dan apakah manusia awalnya menyembah satu Tuhan, lalu sesat menjadi penyembah banyak tuhan, lalu kembali lagi ke satu Tuhan, lalu sesat lagi - terus berulang seperti lingkaran?


### I. TEORI BARAT KE TIMUR (VERSI SEKOLAH YANG KITA HAFAL)


Ini teori yang diajarkan di buku sejarah kita selama 70 tahun.


*Teori Out of Africa.* Manusia Homo Sapiens lahir di Afrika 300.000 tahun lalu, menyebar ke Eropa, lalu ke Asia.


Tokohnya: *Prof. H.G. Wells, dan arkeolog Gordon Childe.*


Bukti yang dipakai:

- Fosil tertua di Afrika

- Teori *"Fertile Crescent"* - bulan sabit subur di Mesopotamia (Irak sekarang) adalah peradaban pertama 10.000 tahun lalu. Dari sana, ilmu bercocok tanam, aksara, dan agama menyebar ke Timur, ke India, ke Nusantara.


Menurut teori ini, nenek moyang Indonesia adalah pendatang. Kita adalah cabang dari India (Teori India-Budha), dari Cina (Teori Yunan).


Artinya: Kita adalah *murid*. Barat adalah *guru*.


*Kelemahan teori ini:*

Kenapa di Gunung Padang, Cianjur, lapisan piramida ada yang umur 20.000 tahun? (Riset *Prof. Danny Hilman Natawidjaja - BRIN* dengan carbon dating). Itu jauh lebih tua dari Mesopotamia yang 10.000 tahun.

Kenapa di Sulawesi ada lukisan gua umur 45.500 tahun (Gua Leang Tedongnge), tertua di dunia? Lebih tua dari lukisan di Eropa.


Jika peradaban dari Barat ke Timur, kenapa yang di Timur lebih tua?


### II. TEORI TIMUR KE BARAT (VERSI YANG DISEMBUYIKAN)


Inilah yang disebut *Teori Sundaland dan Atlantis Timur.*


Tokohnya:

- *Prof. Jose Santos (Brazil, 2005)* dalam buku _Atlantis, The Lost Continent Finally Found_ - menyebut Atlantis yang hilang itu adalah Paparan Sunda: Indonesia.

- *Prof. Stephen Oppenheimer (Oxford University)* dalam buku _Eden in the East (1998)_ - mengatakan 15.000 tahun lalu, Indonesia bukan kepulauan, tapi satu benua raksasa bernama Sundaland, seluas Eropa. Ketika es mencair, air laut naik 120 meter, benua ini tenggelam. Penduduknya mengungsi ke segala penjuru dunia: ke India, ke Mesir, ke Mesopotamia.

- *Prof. Arysio Santos* bilang: Bahasa, mitologi banjir besar Nuh, dan teknologi bahari pertama lahir di sini.


Jadi bukan kita yang didatangi India. Justru *kita yang mendatangi India.*


*Bukti yang mulai muncul:*

1.  *Genetika:* Riset DNA mitokondria oleh *Prof. Herawati Sudoyo (Eijkman Institute)* menunjukkan DNA orang Indonesia (haplogroup M) adalah salah satu yang tertua, bukan cabang baru.

2.  *Pertanian:* Padi tertua dunia bukan dari Cina, tapi dari Gua Lenggong, Malaysia-Sumatera (Sundaland) 15.000 tahun lalu.

3.  *Pelaut:* Bangsa Austronesia dari Nusantara adalah pelaut pertama yang menyeberang Samudra Pasifik 3.000 tahun sebelum Viking. Perahu bercadik kita ada di relief Borobudur.


Menurut teori ini, kita bukan murid. Kita adalah *nenek moyang*.


### III. ASAL USUL NENEK MOYANG DARI KECENDERUNGAN SESBAHAN - MONOTHEISME ATAU POLYTHEISME DULUAN?


Ini inti perdebatan yang paling sunyi.


Sekolah mengajarkan: Manusia awalnya animisme (sembah pohon, batu), lalu dinamisme, lalu polytheisme (banyak dewa), baru terakhir monotheisme (satu Tuhan). Dari bodoh ke pintar.


Tapi para ahli besar justru menemukan kebalikannya.


*1. Pendapat Wilhelm Schmidt (Ahli Antropologi Austria, 1912) - Teori Ur-Monotheismus:*

Setelah meneliti 200 suku paling primitif di dunia (suku di Filipina, suku Semang di Malaysia, suku di Flores), Schmidt kaget. Suku yang paling terisolir dan paling tua, justru menyembah *SATU Tuhan Tertinggi* yang tidak berwujud.


- Suku Semang menyembah *Karei*

- Suku Negrito Filipina menyembah *Batala*

- Suku Aborigin Australia menyembah *Baiame* - Tuhan Tunggal di langit


Baru setelah mereka mulai menetap, punya kerajaan, punya sawah luas, Tuhan Yang Satu itu ditambah-tambah: Tuhan Padi, Tuhan Hujan, Tuhan Perang. Jadilah banyak.


Kesimpulan Schmidt: *Monotheisme dulu, baru Polytheisme. Tauhid dulu, baru Syirik.*


*2. Pendapat Mircea Eliade (Sejarawan Agama dari University of Chicago):*

"Manusia purba mengenal _Deus Otiosus_ - Tuhan yang jauh dan satu. Tapi karena terlalu tinggi dan abstrak, mereka butuh perantara yang lebih dekat: arwah leluhur, pohon besar, batu. Lama-lama perantaranya yang disembah, Tuhan aslinya dilupakan. Itulah penyimpangan."


*3. Dalam Islam dan Sunda:*

Al-Quran tegas: *QS. Al-Baqarah 213* - _"Manusia itu adalah umat yang satu, kemudian mereka berselisih."_

Tafsir Ibn Katsir: Awalnya semua manusia di zaman Nabi Adam sampai 10 abad setelahnya, semuanya di atas Tauhid (satu Tuhan). Baru di zaman Nabi Nuh, mereka mulai menyembah patung Wadd, Suwa', Yaghuts - patung orang saleh yang awalnya hanya untuk mengenang, lama-lama disembah.


Orang Sunda menyebutnya:

*"Sunda Wiwitan"* - awalnya Sunda itu menyembah *Sang Hyang Tunggal, Gusti Nu Maha Suci.* Tidak berwujud, tidak beranak. Baru belakangan ada Dewa-dewa penjaga sawah, Dewi Padi.


Ini siklusnya: *SATU -> BANYAK -> SESAT -> KEMBALI KE SATU -> SESAT LAGI.*


Hari ini kita lihat. Orang modern sudah kembali ke Satu Tuhan, tapi esok ia sembah lagi: sembah uang, sembah jabatan, sembah artis, sembah algoritma TikTok. Berhala baru.


### KESIMPULAN: KITA SEDANG DI TENGAH LINGKARAN


Jadi perdebatan Barat ke Timur atau Timur ke Barat, mungkin dua-duanya salah.


Yang benar adalah: *Peradaban itu berputar seperti air di baskom.* Tidak linear.


Benua tenggelam, naik lagi. Agama lurus, bengkok lagi, lurus lagi.


Sundaland tenggelam 15.000 tahun lalu, peradabannya mengungsi ke Barat, jadi Mesir, jadi Mesopotamia. Lalu ribuan tahun kemudian, ilmu dari Barat kembali lagi ke Timur lewat penjajahan. Berputar.


Seperti kata *Prof. Arnold Toynbee (Sejarawan Inggris):* "Peradaban tidak lahir dan mati, dia bermigrasi."


Dan kata *Rene Guenon (Filsuf Prancis yang masuk Islam):* "Manusia modern mengira ia paling maju, padahal ia sedang mengulang penyimpangan paling kuno: menyembah banyak tuhan dalam bentuk baru, sambil mengaku menyembah satu Tuhan."


Maka tugas kita bukan mencari siapa paling tua, Barat atau Timur.


Tugas kita adalah memutus lingkaran sesat itu: *kembali ke yang SATU, tanpa kembali sesat lagi.*


Karena nenek moyang kita yang asli, baik di Afrika maupun di Sundaland, awalnya hanya sujud kepada satu cahaya yang sama.


Sebelum namanya dibuat berbeda-beda.


Santos Johar 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image