MENGAPA ERDOGAN MENYEBUT YERUSALEM SEBAGAI “KOTA KAMI”? ADA SEJARAH 400 TAHUN DI BALIKNYA!
SEJARAH
MENGAPA ERDOGAN MENYEBUT YERUSALEM SEBAGAI “KOTA KAMI”? ADA SEJARAH 400 TAHUN DI BALIKNYA!
Pernahkah kalian bertanya-tanya, mengapa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan begitu lantang berbicara tentang Yerusalem, bahkan menyebutnya sebagai kota yang memiliki ikatan sejarah dengan bangsa Turki?
Jawabannya bukan sekadar politik. Ada jejak sejarah panjang Kekaisaran Ottoman yang pernah menguasai kota suci tersebut selama berabad-abad!
JEJAK KEKUASAAN OTTOMAN DI YERUSALEM
Pada tahun 1516, Kekaisaran Ottoman merebut wilayah Palestina dari Kesultanan Mamluk. Sejak saat itu, Yerusalem berada di bawah pemerintahan Ottoman selama sekitar empat abad, hingga pasukan Inggris mengambil alih kota tersebut pada 1917, dalam Perang Dunia I.
Pada masa pemerintahan Sultan Suleiman yang Agung, Yerusalem mengalami berbagai pembangunan penting. Salah satu peninggalan paling terkenal adalah tembok Kota Tua Yerusalem yang masih berdiri hingga sekarang.
Bagi Erdogan, masa lalu ini merupakan bagian penting dari warisan sejarah Turki. Ia kerap menghubungkan Yerusalem dengan sejarah Ottoman dan tanggung jawab moral untuk memperhatikan kota yang dianggap suci oleh umat Islam tersebut.
LALU, APAKAH YERUSALEM MILIK TURKI?
Di sinilah kita perlu membedakan sejarah dan kedaulatan modern.
Fakta bahwa Ottoman pernah memerintah Yerusalem tidak berarti kota tersebut secara hukum menjadi milik Turki saat ini.
Yerusalem memiliki kedudukan yang sangat sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Kota ini juga suci bagi tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.
Karena itulah, pernyataan Erdogan dapat dipahami sebagai penegasan ikatan sejarah dan politik Turki terhadap Yerusalem, bukan sebagai bukti bahwa Turki memiliki kedaulatan atas kota tersebut.
SEJARAH SELALU MENYIMPAN CERITA YANG LEBIH BESAR DARI SEKADAR PERBATASAN.
Empat abad kekuasaan Ottoman meninggalkan jejak yang masih dapat ditemukan di Yerusalem hingga hari ini.
Red


