Menelusuri Jejak Keramat Batu Menjolor: Misteri Makam Ratu Agung di Bengkulu
SEJARAH DAN BUDAYA
Menelusuri Jejak Keramat Batu Menjolor: Misteri Makam Ratu Agung di Bengkulu
BENGKULU,Aktualid.com Jejak sejarah masa lampau kerap kali tersembunyi di sudut-sudut permukiman warga. Tim dari channel YouTube "JEJAK LENSA PETUALANG" melakukan penelusuran sejarah ke sebuah situs keramat yang diyakini sebagai petilasan atau makam Raja Ratu Agung—tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Sungai Serut sekaligus raja pertama di Bengkulu.
Situs yang dikenal oleh warga setempat dengan sebutan **Keramat Batu Menjolor** ini berlokasi di Kelurahan Kampung Kelawi, Kota Bengkulu, tepatnya berada di area pekarangan belakang rumah salah seorang warga.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan penelusuran visual secara lengkap serta melihat langsung suasana di lokasi makam ini, Anda dapat menyaksikannya langsung di channel YouTube **JEJAK LENSA PETUALANG** melalui video Makam raja ratu agung
### Cerita Turun-Temurun dan Asal-Usul "Batu Menjolor"
Berdasarkan penuturan warga setempat yang tinggal di area tersebut sejak akhir 1970-an, keberadaan makam keramat ini lebih banyak bersumber dari cerita lisan para tetua terdahulu. Konon, di lokasi tersebut pernah terjadi peristiwa jatuhnya sorban dari seorang tokoh alim, serta ditemukannya lubang misterius yang sangat dalam.
Meski bergelar "Ratu Agung", warga menegaskan bahwa sosok tersebut adalah seorang raja laki-laki, bukan perempuan. Menariknya, situs ini disebut sebagai makam keramat petilasan yang tidak memiliki jasad fisik di dalamnya.
Keunikan lain terletak pada batu penanda makam yang dulunya berukuran panjang dan tertanam menjulur (*menjolor*) di atas tanah. Namun seiring berjalannya waktu, ukuran batu tersebut tampak berubah dan bentuk fisiknya kini telah berganti dari wujud aslinya, sehingga memunculkan beragam kisah tutur di kalangan warga setempat.
### Harapan Perhatian dan Penelitian dari Pemerintah
Hingga saat ini, situs makam tersebut belum memiliki plang cagar budaya maupun literasi sejarah tertulis resmi di lokasi. Warga setempat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan penelitian silsilah dan sejarah secara ilmiah, agar nilai historisnya tercatat jelas dan tidak sekadar menjadi cerita tutur turun-temurun.
Bagi masyarakat atau peziarah yang ingin berziarah dan melihat langsung peninggalan sejarah ini, akses terbuka untuk umum dengan tetap menjaga adab dan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik rumah setempat.
TEAM AKTULID


