BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Hubungan Arab Saudi dengan AS menegang " Setelah tahu parnert Zionist nya tak bisa lindungi dari serangan Houthi"

 BERITA INTERNASIONAL 



Hubungan Arab Saudi dengan AS menegang " Setelah tahu parnert Zionist nya tak bisa lindungi dari serangan Houthi"


RIYADH –Aktualid.com Hubungan diplomatik dan militer antara Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat dilaporkan berada di titik nadir setelah rentetan serangan mematikan milisi Houthi berhasil melumpuhkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Berdasarkan informasi dari sumber intelijen pertahanan regional, pemerintah Arab Saudi melayangkan protes keras dan merasa geram karena aliansi militer AS yang ditempatkan di wilayah mereka dinilai bersikap pasif. Riyadh mengecam keputusan Washington yang enggan mengoperasikan sistem pertahanan udara canggih serta jet tempur miliknya untuk melindungi wilayah sipil dan infrastruktur transportasi udara utama Arab Saudi dari gempuran rudal jelajah serta drone kamikaze asal Yaman.


Kemarahan pihak kerajaan semakin tersulut setelah mengetahui fakta lapangan bahwa baterai rudal Patriot PAC-3 milik Angkatan Darat AS yang disiagakan di wilayah tersebut hanya dikonfigurasi secara eksklusif untuk melindungi pangkalan udara Prince Sultan Air Base dari potensi ancaman Iran. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jet tempur Angkatan Udara dan Garda Nasional Udara AS di pangkalan tersebut kini tidak lagi melakukan patroli tempur udara untuk mencegat proyektil Houthi yang melintasi langit Saudi. Armada udara AS justru dialihkan sepenuhnya untuk berpatroli di zona maritim internasional luar seperti Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman demi mengamankan kepentingan logistik mereka sendiri.


Kondisi ini menempatkan militer Arab Saudi dalam posisi yang sangat terjepit dan frustrasi. Meskipun Arab Saudi memiliki unit sistem pertahanan Patriot dan THAAD mandiri, perang asimetris jangka panjang telah menguras habis ribuan stok rudal pencegat (interceptor munitions) yang mereka miliki. Akibat kelangkaan amunisi tersebut, Riyadh terpaksa memprioritaskan sisa pertahanan udara mereka untuk mengamankan pangkalan militer dan kilang minyak vital, sehingga kota-kota besar dan wilayah udara sipil kini mengalami celah keamanan yang sangat rawan. Kebijakan militer AS yang dinilai egois ini memicu perdebatan sengit di jazirah Arab mengenai efektivitas kemitraan keamanan dengan blok Barat di tengah eskalasi perang Timur Tengah yang kian tak terkendali.


Sumber Berita : 

The Washington Times & Al Jazeera


Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image