Bupati Dian menyebutkan, Warmindo dan warung bubur kacang hijau (burjo) telah lama menjadi identitas KUNINGAN
BERIRA DAERAH
Bupati Dian menyebutkan, Warmindo dan warung bubur kacang hijau (burjo) telah lama menjadi identitas KUNINGAN
YOGYAKARTA —Aktualid.com Kehangatan suasana warung sederhana menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi tentang penguatan ekonomi warga Kuningan di perantauan. Di antara aroma mi instan, gurihnya gorengan hangat, dan secangkir kopi, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyempatkan menyambangi sebuah Warung Makan Indomie (Warmindo) di kawasan Jalan Tata Bumi Selatan, Area Sawah, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda kedinasan Bupati Dian di Yogyakarta, termasuk menjenguk tiga warga Kuningan korban kebakaran yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito serta menghadiri pelantikan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPMK) Yogyakarta.
Di warung milik Andi Waruga, Ketua Paguyuban Perantau Warga Kuningan (PPWK), Bupati Dian duduk santai menikmati kopi sambil berbincang dengan para pengurus paguyuban. Suasana akrab itu dimanfaatkan untuk bertukar pikiran mengenai perkembangan usaha warga Kuningan di perantauan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan perlindungan hukum bagi perantau asal Kuningan.
Bupati Dian menyebutkan, Warmindo dan warung bubur kacang hijau (burjo) telah lama menjadi identitas sekaligus salah satu penopang ekonomi warga Kuningan di tanah rantau. Karena itu, keberadaan usaha-usaha tersebut perlu terus didukung agar mampu bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga di kampung halaman.
“Di sela agenda kedinasan dan menjenguk warga yang sedang dirawat di RSUP Dr. Sardjito, saya mampir ke Warmindo. Berbincang santai soal pengembangan UMKM. Kita ingin tahu apa saja kendala, hambatan, serta harapan para perantau ke depan agar usaha mereka tetap tangguh,” tutur Bupati Dian.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan para pelaku usaha menjadi salah satu cara untuk memahami kondisi nyata yang mereka hadapi. Dengan mengetahui kebutuhan dan tantangan para perantau, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat Kuningan yang mengembangkan usaha di luar daerah.
Perhatian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PPWK, Andi Waruga. Ia menilai, kunjungan Bupati Dian ke tempat usaha warga perantau memberikan semangat sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan mereka dalam menggerakkan ekonomi keluarga tetap mendapat perhatian pemerintah.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas perhatian Pak Bupati. Para perantau ini adalah pelaku usaha kecil yang juga pejuang ekonomi bagi keluarga di kampung halaman. Sinergi dan take and give antara Pemkab dan perantau harus terus terjaga dengan baik,” ungkap Andi.
Pertemuan tersebut juga membahas aspek sosial dan perlindungan hukum bagi warga Kuningan di Yogyakarta. Andi menyampaikan adanya kolaborasi strategis antara PPWK dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asmaul Husna Kabupaten Kuningan yang disiapkan untuk memberikan pendampingan serta perlindungan hukum bagi warga yang membutuhkan bantuan selama berada di perantauan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses warga terhadap layanan bantuan hukum sekaligus memberikan rasa aman bagi para perantau dalam menjalankan aktivitas dan usahanya.
Pertemuan di Warmindo sederhana, menghadirkan pesan penting bahwa perhatian terhadap warga di perantauan tidak hanya berkaitan dengan kepedulian kemanusiaan, tetapi juga penguatan ekonomi dan perlindungan hukum
Irman


