BUAH KEPEL: BUAH PARFUM ASLI JAWA YANG BIKIN KERINGAT WANGI, KINI HAMPIR PUNAH DAN DILINDUNGI
INSPIRASI
BUAH KEPEL: BUAH PARFUM ASLI JAWA YANG BIKIN KERINGAT WANGI, KINI HAMPIR PUNAH DAN DILINDUNGI
_Buah Keraton yang Cara Tumbuhnya Tidak Seperti Buah Lain_
Jika ada buah yang dimakan tapi efeknya seperti pakai parfum mahal, itu adalah *Buah Kepel.*
Di Kuningan mungkin anak muda sudah jarang tahu. Tapi di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, buah ini adalah pusaka. Buah kecantikan para putri raja.
*NAMA LATIN DAN IDENTITAS*
Nama latin: *_Stelechocarpus burahol_ (Blume) Hook.f & Thomson*
Famili: Annonaceae (masih saudara dengan sirsak)
Nama lain: Burahol, Kecindul, Cindul, Simpol, Turalak
Buah ini sangat istimewa sampai ditetapkan sebagai *Flora Identitas Daerah Istimewa Yogyakarta* melalui SK Gubernur No. 385/KPTS/1992. Artinya secara hukum, tanaman ini dilindungi dan menjadi kebanggaan daerah.
Kenapa dilindungi? Karena hampir punah. Dulu rakyat jelata tidak berani menanam karena dianggap pohon keramat, hanya boleh ditanam di halaman keraton dan rumah adipati. Takut kualat. Akibatnya populasinya menyusut drastis.
*3 KEUNIKAN YANG TIDAK DIMILIKI BUAH LAIN*
*1. Bikin Keringat dan Napas Wangi - Bahan Parfum Alami*
Ini yang paling viral. Dalam Serat Jampi Jawi kuno tertulis: _"Dhahara woh kepel kanthi ajeg, mengko kringetmu mesthi wangi tekan sa badan ira"_ - Makanlah buah kepel rutin, maka keringatmu akan wangi seluruh badan.
Secara ilmiah, daging buah mengandung minyak atsiri dan senyawa fenolik & flavonoid yang bersifat antibakteri dan antihalitosis. Bakteri penyebab bau badan di netralisir dari dalam. Keringat, urin, bahkan napas jadi wangi seperti bunga viola campur sawo. Putri-putri keraton memakannya sebagai *deodoran oral* sebelum ada parfum impor.
Karena itu juga, ekstrak buah kepel kini dilirik jadi bahan baku minyak wangi dan kosmetik alami.
*2. Cara Tumbuhnya Aneh - Berbuah di Batang!*
Jika mangga berbuah di ranting, kepel tidak. Dia menganut sistem *Cauliflory* - buah tumbuh langsung menempel di batang utama, dari bawah sampai atas. Bunganya kecil hijau keputihan muncul di tonjolan-tonjolan batang.
Pohonnya bisa tinggi 15-20 meter, batang lurus silindris, daun mudanya cantik berwarna merah muda keunguan baru jadi hijau.
*3. Banyak Manfaat Tapi Juga Jadi KB Alami*
Selain pewangi tubuh, manfaat lain:
- Peluruh kencing (diuretik), cegah radang ginjal dan batu ginjal
- Daunnya untuk obat asam urat, kolesterol, darah tinggi
- Kulit batangnya antimikrobial
- Mengandung Vitamin A, C, kalsium, fosfor, antioksidan
Namun hati-hati, bijinya mengandung saponin, flavonoid, alkaloid dan fitoestrogen yang berefek *anti-implantasi* - dipercaya sebagai kontrasepsi sementara tradisional. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil yang ingin punya anak.
*CARA PENANAMAN BUAH KEPEL - BUTUH SABAR*
Buah kepel tidak bisa ditanam seperti cabe yang 3 bulan panen. Ini tanaman investasi jangka panjang.
*Syarat Tumbuh:*
- Dataran rendah hingga 600 mdpl, asli Jawa
- Suhu 25-30°C, curah hujan sedang
- Tanah gembur, subur, tidak tergenang
- Butuh sinar matahari penuh tapi saat bibit butuh naungan 50%
*Cara Perbanyakan:*
*1. Dari Biji (Paling Umum)*
- Pilih buah yang sudah matang sempurna, kulit cokelat keemasan, daging kuning oranye.
- Ambil bijinya, cuci bersih. Biji bersifat *rekalsitran* (tidak bisa disimpan lama), harus langsung ditanam.
- Biji punya dormansi morfologi, daya kecambah tinggi tapi lama. Rendam air hangat 24 jam.
- Semai di polybag dengan media tanah + kompos + pasir (1:1:1). Tipe kecambah hipogeal - tunas muncul lama, bisa 1-3 bulan baru pecah.
- Setelah tinggi 30-40 cm, pindahkan ke lahan. Jarak tanam 8x8 meter karena pohonnya besar.
*2. Dari Sambung Pucuk / Okulasi*
Untuk mempercepat berbuah (biji bisa 6-8 tahun baru berbuah). Ambil entres dari pohon induk unggul yang sudah pernah berbuah wangi, sambungkan ke batang bawah bibit muda.
*Perawatan:*
- Tahun 1-2: siram rutin, beri naungan, pupuk kompos tiap 3 bulan.
- Pangkas hanya untuk bentuk, jangan pangkas berat.
- Pohon mulai berbuah umur 6-9 tahun jika dari biji, 4-5 tahun jika sambung pucuk.
- Buahnya musiman, biasanya 1-2 kali setahun.
Di tengah gempuran parfum impor harga jutaan, kita punya parfum alami warisan leluhur Jawa yang tumbuh di halaman sendiri.
Menanam kepel bukan hanya menanam buah, tapi menanam identitas dan menyelamatkan tanaman yang hampir punah. Jika di Kuningan ada yang punya bibitnya, rawatlah.
Karena mungkin 10 tahun lagi, yang bisa bikin keringat wangi bukan lagi parfum Prancis, tapi buah kepel dari pekarangan kita sendiri.
Santos Johar


