BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Stik Drum yang Terlupakan " bergabung dengan God Bless pada tahun 1973 untuk mengisi posisi gitaris."

 INSPIRASI dan SEPUTAR MUSIK



Stik Drum yang Terlupakan " bergabung dengan God Bless pada tahun 1973 untuk mengisi posisi gitaris."


Sebelum dikenal sebagai maestro gitar rock Indonesia, perjalanan Ian Antono bermula di Jawa Timur. Menariknya, instrumen utama yang ia kuasai di awal kariernya bukanlah gitar, melainkan drum. Saat bergabung dengan band Bentul di era akhir 1960-an, ia bertindak sebagai drummer dan bahkan sempat mengisi instrumen drum dalam piringan hitam penyanyi Emilia Contessa.


Kala itu, Ian muda mengidolakan musisi-musisi lokal seperti Gito Rolis dan band Rollies. Bakat dan keahlian Ian menarik perhatian Yockie Suryo Prayogo, yang kemudian mengajaknya bergabung dengan God Bless pada tahun 1973 untuk mengisi posisi gitaris.


👉Realita Kelam: 14 Tahun Tanpa Uang di God Bless

Banyak orang membayangkan bahwa anggota band papan atas seperti God Bless bergelimang harta sejak awal. Kenyataannya sangat bertolak belakang. Selama 14 tahun pertama berkarier di God Bless, Ian Antono mengaku sama sekali tidak memegang uang besar dari hasil rekaman bandnya.


Album-album awal God Bless seperti Huma di Atas Bukit dan Cermin secara komersial dianggap tidak laku di pasaran pada zamannya (meskipun di era modern album Cermin menjadi karya masterpiece yang sangat dicari kolektor). Sistem industri musik era 1970-an dan 1980-an menerapkan sistem "jual putus" (flat pay). Musisi dibayar murah di depan tanpa adanya pembagian royalti penjualan kaset maupun hak cipta, bahkan namanya sering kali tidak tercantum di sampul album.



Lantas, dari mana Ian Antono memberi nafkah keluarganya?

Bukan dari God Bless, melainkan dari kerja kerasnya di balik layar sebagai arranger, produser, dan musisi pengiring untuk penyanyi-penyanyi lain. Tangan dingin Ian Antono menjadi "pencetak lagu hits" bagi puluhan artis besar lintas genre—mulai dari Iwan Fals, Nicky Astria, Ikang Fauzi, Ebiet G. Ade, Berlian Hutauruk, Gombloh, hingga band-band rock era 90-an seperti Grass Rock dan Whizzkid.


👉 Ledakan "Semut Hitam" dan Puncak Kejayaan

Titik balik finansial dan popularitas God Bless baru benar-benar pecah pada tahun 1988 melalui album Semut Hitam. Berbeda dari album sebelumnya yang bernuansa kompromistis idealis, album ini memang dirancang untuk menjangkau pasar luas.


Lagu-lagu seperti Rumah Kita dan Kehidupan menjadi lagu kebangsaan musik Indonesia yang dinyanyikan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari penggemar musik rock hingga masyarakat awam. Album tersebut terjual hingga jutaan kopi. Meski dari segi penjualan kaset royaltinya tetap minim karena sistem industri masa lalu, kejayaan Semut Hitam membawa God Bless membanjiri panggung-panggung tur besar di seluruh Indonesia.



👉 Insiden Panggung dan Profesionalisme Sejati

Seiring berjalannya waktu, dedikasi Ian Antono pada panggung tak pernah luntur. Ada kisah unik sekaligus menegangkan saat God Bless tampil di Makassar. Kala itu, panggung tempat mereka tampil menggunakan sistem hidrolik setinggi 2 meter. Saat bagian panggung terbuka, Ian yang melangkah mundur tidak menyadari adanya lubang hingga ia jatuh terperosok ke bawah.


Meski tubuhnya kesakitan dan kakinya cedera, Ian Antono langsung bangkit kembali naik ke atas panggung dan menuntaskan pertunjukan hingga selesai tanpa mengeluh.


Kedisiplinannya juga terlihat dari kebiasaannya melakukan sound check sendiri. Di saat musisi lain menyerahkan urusan sound check kepada kru, Ian selalu turun langsung memeriksa keseimbangan suara gitar dan instrumen lainnya demi menyajikan kualitas audio terbaik bagi penonton.


👉Setia pada Musik Hingga Usia Senja

Di usianya yang telah memasuki kepala tujuh, semangat Ian Antono untuk bermusik tidak pernah padam. Ia mengaku merasa pusing dan bingung jika tidak ada kegiatan bermusik. Musik sudah menjadi 100% bagian dari jalannya bernapas.


Hingga hari ini, God Bless masih rutin menggelar latihan bersama dua kali seminggu—sebuah komitmen dan kedisiplinan luar biasa yang bahkan jarang dilakukan oleh band-band muda zaman sekarang. Bagi Ian Antono, musik bukanlah sekadar pundi-pundi uang, melainkan bentuk pengabdian hidup dan passion sejati yang ia jaga hingga saat ini.


Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image