BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

PUASA KUASA: SENI MENAHAN DIRI KETIKA BERKUASA Ketika Kekuasaan Tidak Dipakai Untuk Kepentingan, Disitulah Integritas Diuji_

 INSPIRASI 



PUASA KUASA: SENI MENAHAN DIRI KETIKA BERKUASA


Ketika Kekuasaan Tidak Dipakai Untuk Kepentingan, Disitulah Integritas Diuji_


OPINI LEADERSHIP


Kekuasaan itu seperti gula. Sedikit memberi energi, banyak bikin diabetes.


Di Kuningan, kita sering melihat orang yang sama sebelum dan sesudah berkuasa, tapi perilakunya 180 derajat berbeda. Sebelum menjabat, bicaranya maslahat umat. Setelah menjabat, bicaranya proyek, fee, dan siapa kebagian apa.


Padahal inti dari kepemimpinan modern bukan soal seberapa besar kuasa yang kita genggam, tapi seberapa besar kuasa yang berani kita tahan.


Inilah yang disebut *Puasa Kuasa.*


*1. Kuasa Selalu Datang dengan Dua Paket: Kepentingan dan Godaan*


John Dalberg-Acton bilang: "Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely."


Di era otonomi daerah, seorang kepala dinas punya kuasa tanda tangan Rp 50 Miliar. Seorang kades punya kuasa tanda tangan BLT. Seorang komisaris BUMD punya kuasa tunjuk vendor.


Godaan kepentingan selalu datang dalam bentuk yang sangat sopan:


- "Pak, ini untuk anak-anak, tolong dibantu perusahaan saya."

- "Pak, ini uang terima kasih, bukan suap."

- "Pak, kalau tidak ikut arus, Bapak akan sendiri."


Jika tidak puasa, semua akan ditelan.


*2. Literasi Leadership Modern: Dari Power to Purpose*


Kepemimpinan lama mengajarkan: Leadership is about power. Kepemimpinan modern mengajarkan: Leadership is about responsibility.


Tiga pilar leadership modern menurut Harvard Business Review:


*a. Maslahat > Popularitas*

Pemimpin yang berintegritas tidak mencari tepuk tangan hari ini, tapi dampak 10 tahun ke depan. Contoh: berani menolak membangun gedung megah yang tidak dibutuhkan, dan memilih memperbaiki drainase yang tidak terlihat tapi menyelamatkan warga dari banjir. Itu tidak populer, tapi maslahat.


*b. Integritas adalah Konsistensi Saat Tidak Ada yang Melihat*

Banyak orang jujur saat diawasi KPK. Integritas sejati adalah jujur saat LPSE bisa diakali, saat BPK belum datang, saat wartawan belum nulis. Seperti puasa: tidak ada yang tahu kamu batal atau tidak, kecuali dirimu dan Tuhan.


*c. Power Fasting - Berani Membatasi Diri Sendiri*

Pemimpin hebat di dunia melakukan puasa kuasa secara sadar:

- Nelson Mandela puasa kuasa: hanya 1 periode jadi presiden padahal bisa seumur hidup.

- Di perusahaan modern: CEO yang menolak fasilitas mewah, menolak rangkap jabatan, menolak intervensi rekrutmen keluarga.


Di Kuningan, puasa kuasa bisa berarti:

- Bupati menolak cawe-cawe proyek

- Kepala SKPD menolak titipan orang dalam

- Anggota dewan menolak menjadi makelar proyek


*3. Kenapa Harus Memilih Maslahat?*


Karena kekuasaan itu pinjaman, bukan warisan. Karena APBD itu uang rakyat, bukan uang keluarga.


Sejarah mencatat, pemimpin yang diingat bukan yang paling lama berkuasa, tapi yang paling berani menahan kuasanya untuk kepentingan rakyat.


Ketika kamu berkuasa dan kamu bisa mengambil semuanya, tapi kamu memilih mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya untuk maslahat - disitulah kamu lulus ujian leadership.


Hari ini, Kuningan tidak butuh pemimpin yang lapar kuasa. Kuningan butuh pemimpin yang berani puasa kuasa.


Penulis adalah pemerhati kebijakan publik. Tulisan ini untuk refleksi bersama, bukan menyindir siapa pun, tapi mengingatkan kita semua yang pernah, sedang, atau akan berkuasa.


Santos Johar 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image