Menelusuri Sejarah Bukit Aceh, Saksi Bisu Lahirnya Nama "Bengkulu" dari Tragedi CintaBENGKULU
SEJARAH
Menelusuri Sejarah Bukit Aceh, Saksi Bisu Lahirnya Nama "Bengkulu" dari Tragedi CintaBENGKULU
Nama Provinsi Bengkulu rupanya menyimpan lembaran sejarah yang sarat akan romansa, keteguhan, dan pertempuran besar di masa lampau. Salah satu situs ikonik yang menjadi bagian penting dari narasi ini adalah Bukit Aceh, sebuah kawasan perbukitan di tepi hulu sungai yang menjadi saksi bisu pertahanan lokal melawan invasi besar.
Sejarah mencatat, peristiwa ini bermula pada era kejayaan Kerajaan Sungai Serut yang saat itu dipimpin oleh Raja Anak Dalam. Sang raja memiliki seorang adik perempuan dengan paras jelita bernama Putri Gading Cempaka.
Kecantikannya yang tersohor hingga ke luar pulau memikat seorang pangeran dari Kesultanan Aceh untuk datang melamar.Namun, lamaran tersebut ditolak secara halus lantaran sang putri dirasa masih terlalu belia.
Penolakan ini memicu kemarahan besar pihak pangeran yang merasa harga dirinya terhina. Tak butuh waktu lama, armada perang berkekuatan besar dari Aceh langsung dikirim menuju pesisir barat Sumatra untuk menginvasi Sungai Serut.
Asal-Usul Nama Bengkulu dari Hulu SungaiDalam kepungan yang mengancam kedaulatan tersebut, pasukan lokal tidak tinggal diam. Mereka menerapkan taktik perang cerdik dengan menebang pohon-pohon raksasa di sepanjang tepi sungai untuk membendung pergerakan kapal perang pasukan Aceh agar tidak bisa merapat ke daratan.
Melihat rintangan kayu gelondongan yang begitu padat, panglima perang pasukan invasi memerintahkan prajuritnya untuk menyingkirkan barikade tersebut dengan melemparkannya ke arah tanggul perbukitan di tepi sungai.
Momen pembersihan blokade dan bangkai kapal di hulu sungai ini diiringi dengan teriakan ikonik dari masyarakat setempat, "Empang ka hulu!" (yang berarti dihadang atau dibuang ke hulu sungai). Seiring berjalannya waktu, ucapan "Empang ka hulu" atau "Pangkahulu" ini mengalami pergeseran fonetis dalam penuturan masyarakat hingga berasimilasi menjadi kata Bangkahulu, dan kini secara resmi dikenal sebagai Bengkulu.
Kawasan perbukitan tempat terjadinya peristiwa bersejarah inilah yang hingga kini membekas dalam ingatan kolektif masyarakat setempat sebagai "Bukit Aceh".Tonton visualisasi penjelajahannya secara langsung Bagi Anda yang penasaran dan ingin melihat langsung keindahan panorama alam serta napak tilas sisa-sisa situs sejarah tersembunyi ini, tayangan visual lengkapnya dapat disaksikan melalui dokumentasi video menarik di kanal YouTube resmi Jejak Lensa Petualang. https://youtu.be/6gifOAnFmZ0?si=J5QF-c0irJF6DyiY Kanal ini mengupas tuntas eksplorasi medan perbukitan eksotis sekaligus merawat ingatan kita akan sejarah lokal yang tak boleh dilupakan.
Jurnalis: MH. Dedi


