Energi Habis Sebelum Bertanding: Bahaya Overthinking Dalam Kacamata Hadist dan Sains
KOLOM AGAMA
Energi Habis Sebelum Bertanding: Bahaya Overthinking Dalam Kacamata Hadist dan Sains
Oleh : Santos Johar
Dewan Redaksi
Aktualid.com
Kekhawatiran berlebihan tentang sesuatu yang belum terjadi adalah pencuri paling senyap. Ia menyerap energi Anda hari ini, menghambat aktivitas yang sedang dikerjakan di depan mata, dan pada akhirnya membuat hidup tidak ada ketenangan. Fenomena yang di zaman modern disebut _anxiety_ dan delusi ini ternyata telah diperingatkan 14 abad lalu.
*Overthinking: Hidup di Masa Depan yang Belum Ada*
Psikologi menyebutnya _Anticipatory Anxiety_, kecemasan antisipatif. Tubuh kita ada di hari ini, tapi pikiran kita dipaksa kerja lembur di hari esok yang belum tentu datang.
Akibatnya jelas: fokus buyar, pekerjaan tertunda, dan tubuh cepat lelah meski tidak melakukan aktivitas berat secara fisik. Energi habis untuk memikirkan skenario terburuk.
*Peringatan Keras dari Hadist Nabi*
Konteks ini persis dijelaskan dalam kesehatan jasmani dan rohani menurut Islam. Rasulullah SAW memberikan resep hidup tenang yang sangat presisi.
Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
*إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ*
Artinya: _"Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore hari. Gunakanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan masa hidupmu sebelum datang matimu."_ *(HR. Bukhari No. 6416)*
Hadist ini adalah induk dari ilmu _mindfulness_. Nabi melarang kita hidup dalam delusi masa depan. Kerjakan apa yang ada di depan mata hari ini. Masa depan adalah urusan nanti.
Dalam hadist lain, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk mengusir kecemasan:
*اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ*
_"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan."_ *(HR. Bukhari dan Muslim)*
Kata _Al-Hamm_ dalam hadist tersebut oleh ulama ditafsirkan sebagai kekhawatiran berlebihan tentang sesuatu yang belum terjadi. Sedangkan _Al-Hazan_ adalah kesedihan berlebihan tentang sesuatu yang sudah terjadi.
*Dibuktikan Penelitian Ilmiah Modern*
Apa yang Nabi sabdakan terbukti secara medis.
Penelitian dari *American Psychological Association (APA) tahun 2023* menjelaskan bahwa kekhawatiran berlebihan yang kronis memicu produksi hormon kortisol dan adrenalin secara terus-menerus.
Efeknya pada kesehatan jasmani:
1. *Energi Terkuras:* Otak yang overthinking mengonsumsi 20% energi tubuh, padahal beratnya hanya 2%. Itu sebabnya orang yang banyak cemas merasa lelah padahal hanya duduk.
2. *Sistem Imun Turun:* Kortisol tinggi menghambat kerja limfosit, membuat tubuh mudah sakit.
3. *Gangguan Pencernaan dan Tidur:* Delusi membuat sistem saraf simpatik aktif terus, menyebabkan insomnia, maag, dan jantung berdebar.
Dr. Matthew Walker, ahli saraf dari UC Berkeley dalam bukunya _Why We Sleep_, menegaskan bahwa orang yang terjebak delusi masa depan kehilangan kemampuan _deep work_, kemampuan untuk fokus total pada satu aktivitas.
*Kesimpulan*
Hidup tenang rumusnya sederhana: Jangan biarkan sesuatu yang belum terjadi merampok energi hari ini.
Seperti pesan Nabi, jika pagi, fokuslah pada pagi. Jika sore, fokuslah pada sore. Selesaikan apa yang ada di tangan. Masa depan biarlah Allah yang menjamin.


