TENGKU AMIR HAMZAH — PENYAIR BESAR YANG MENJADI KORBAN REVOLUSI SOSIAL 1946
INSPIRASI DAN TOKOH
TENGKU AMIR HAMZAH — PENYAIR BESAR YANG MENJADI KORBAN REVOLUSI SOSIAL 1946
Oleh Aktualid.com
Raja Penyair Pujangga Baru
Tengku Amir Hamzah bukan sekadar nama biasa dalam sejarah sastra Indonesia; beliau adalah tonggak pembaruan kebudayaan. Lahir di Tanjung Pura, Langkat, pada 28 Februari 1911 di lingkungan bangsawan Kesultanan Langkat,
Amir Hamzah tumbuh menjadi sosok yang amat mencintai bahasanya. Ia diakui secara luas sebagai "Raja Penyair Pujangga Baru" berkat kemahirannya meramu keindahan bentuk bahasa Melayu klasik dengan semangat kebangsaan dan kebebasan berekspresi masa modern.
Warisan Sastra yang Abadi
Karya-karya Amir Hamzah dikenal sangat mendalam, memadukan nuansa religius, kerinduan, serta perenungan eksistensial yang sunyi. Beberapa kontribusi terbesarnya yang tak lekang oleh waktu meliputi:
* Nyanyi Sunyi (1937): Kumpulan sajak liris yang diakui sebagai puncak kejayaan puisi modern Indonesia pada era sebelum kemerdekaan.
* Buah Rindu (1941): Kumpulan puisi dari masa mudanya yang sarat dengan melankolia, keindahan alam, dan pencarian cinta.
* Peletak Dasar Sastra Indonesia: Melalui sajak-sajaknya, ia membuktikan bahwa bahasa Melayu—yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia—mampu menjadi instrumen ekspresi sastra dan emosi tingkat tinggi yang sejajar dengan bahasa-bahasa dunia lainnya.
Tragedi Revolusi Sosial 1946
Namun ironisnya, takdir sang penyair berujung pada kisah yang amat memilukan. Pada awal tahun 1946, Sumatera Timur dilanda pusaran Revolusi Sosial. Gerakan massa ini bertujuan untuk menghapus struktur feodalisme dan melucuti kekuasaan sultan-sultan yang dituding pro-Belanda.
Walaupun Amir Hamzah dikenal sebagai pemuda yang rendah hati, sangat pro-Republik, dan sama sekali tidak memusuhi rakyat, statusnya sebagai pangeran dan menantu Sultan Langkat membuatnya ikut tersapu gelombang revolusi.
Pada Maret 1946, sang penyair besar dieksekusi secara tragis bersama puluhan tokoh bangsawan lainnya di Kuala Begumit.
Pahlawan Nasional yang Terus Dikenang
Kematian Tengku Amir Hamzah merupakan salah satu kehilangan terbesar bagi kebudayaan bangsa, sebuah harga yang teramat mahal dari pergolakan awal kemerdekaan.
Untuk menghormati pengabdiannya dalam memajukan bahasa dan kebudayaan Indonesia, Pemerintah RI menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1975. Nyawanya mungkin terenggut oleh brutalnya revolusi, namun karya-karyanya tetap bernapas panjang di dada ibu pertiwi.
Irman


