Sajak Minggu " Langitku tak lagi biru "
PUISIKU
Sajak Minggu " Langitku tak lagi biru "
Langit Biru saat pagi
Yang senantiasa antarkan sejuk
Sambut raga terbangun dari mimpi
Akan kah tinggal kenangan
Saat sesak asap mengepul
Hitamkan langit
Dari kobaran api di jantung khatulistiwa
Pagi berita lahapam si jago merah
Semakin merajalela
Di setiap sudut paru Nusantara
Di lintasan khatulistiwa
Bumi Kalimantan terbakar
Ah sesak nya hari ini
Binatang pergi menjauh
Dekati dekati pemukiman
Atau terbakar Angus
Di rimba Kalimantan
Semakin punah secara perlahan
Tanpa adanya empati
Dari para penguasa
Mereka diam
Bahkan menari saat rakyat
Menjerit di himpitan asap tebal
Yang hitam kan langit
Mereka masih terlena
Atau tuli atau buta
Oleh serakahnya budaya korup
Takut harta ikut hangus
Dari bara marah nya rakyat
Peduli jantung bumi terbakar
Hingga nanti
Abu itu menjadi saksi
Atau siksa hidup
Antara rakyat dan penguasa
Lihatlah lidah api
Terus menjadi
Walau panas tak sepanas neraka
Tapi ini nyata
Dan airmatapun kering
Tak lagi menangis
Dengan percuma
Tangan tangan meronta
Karena kita seakan tak punya lagi
Siapa pelindung kita
Di sini di bumi Pertiwi
Hanya terus menguatkan
Iman kita pada sang pencipta
Agar tetap kuat
Sampai nanti datangnya ajal
Walau sisakan
Rintihan bumiku terbakar
Belum padam api
Bumi bergolak
Guncang NTT
Tak ada niat kasih status bencana nasional
Atau nggan keluarkan nuranimu
Karena uang di korup mereka
Hingga APBN menipis
Untuk NTT open donasi
Memalukan
Saudara kita disana
Menjerit
Mereka di istana menari
Pagi langit tak lagi biru
Pujangga Renta
Irsyamba


