PUISIKU " Sajak 81 Tahun " Jerit Tercekik kebijakan Serakah "
PUISIKU
Sajak 81 Tahun " Jerit Tercekik kebijakan Serakah "
Dulu para pejuang
Gigih membela bangsa
Tanpa seragam
Kini Penguasa Hadir
Menindas
Dengan seragam dan dasi
81 Tahun kita merdeka
Namun masih tertindas
Oleh bangsa sendiri
Dulu penjajah dengan bengis
Merampas semua kekayaan
Negeri dengan senjata
Kini Penguasa menindas
Dengan lontaran kebijakan
Rakyat di paksa makmur
Namun perut tetap kosong
Busung lapar
Seakan menjadi agenda terulang
Perlahan mati
Di tanah air sendiri
Dengan raga yang tinggal tulang
Tak lagi ada doa duka
Yang ada pesta pora penguasa serakah
Pongah di atas jerit jelata
81 Tahun kita merdeka
Namun kebebasan
Kemakmuran
Bukan milik kita lagi
Hanya menjadi milik mereka
Yang berkuasa
Berkibarlah sangsaka
Perwira nan gagah
Itu dulu
Hanya dari catatan sejarah
Kini Benderaku berkibar di tengah tiang
Seakan nggan untuk berkibar
Melihat Pertiwi
Tercabik kebijakan Serakah
Tanpa ada lagi
Rasa untuk kita semua
Kita di tindas
Dengan todongan tuan tuan
Berdasi
Dengan dalih ini pilihan
Dari hasil diskusi
81 Tahun kita merdeka
Jerit rintih terjepit
Menjadi hymne kemerdekaan semu
Bagi kita
Tanpa ada ruang lagi
Kita terkapar di tanah air sendiri
Tuan tuan
Mungkin kita diam
Tapi itu bukan takut
Karena suara kami
Habis dalam dahaga
Tuan tuan
Jangan lihat kami kurus
Perut lapar lalu terkapar
Tapi tuan...tuan
Ingat
Ini adalah simpanan amunisi
Yang setiap waktu
Akan tiba
Ledakan merebut kembali
Kemerdekaan yang sebenarnya
Hingga kami
Akan mengarak tuan
Sebagai penghianat bangsa
Dan kami pun
Tak lagi sertakan doa duka
Bagi tuan
Tapi sumpah serapah
Dan pekik kemenangan
Dari jerit kami
Dan merdeka milik kita semua
11 Agustus 2026
Menuju tiang peringatan
Pujangga Renta
Irsayamba


