PUISIKU "RENUNGAN JIWA"
LEMBAR BAIT DUA TAHUN LALU
PUISIKU "RENUNGAN JIWA"
Dalam ruang petak
Pengap
Gelap
Dan sedikit bau asap
Dari kepulan sigarets
Lembar lamunan
Jauh nun sampai di sana
Di ujung kematian
Bait bait kusam
Ku baca kembali
Walau kalimat
Semakin suram
Oleh debu yang menebal
Saat ini hanya lamunan
Jauh nun disana
Di ujung kematian
Separuh raga masih bergerak
Dari senggalan napas
Yang seakan ku kuatkan
Walau bagian jiwa
Merangkak bengkak
Dan berjalan terseret
Tak mau orang lain tahu
Beta berat langkah ini
Yang ingin ku tunjukan sempurna
Hingga nanti di ujung sana
Berhenti bergerak
Di batas kematian
Sahabat
Teruslah berjuang
Gapai segala impian mu
Samapi di tahta kemenangan
Biarkan aku melihat
Dari Nirwana kesuksesan mu
Ketika jasad ku menjadi kaku
Sahabat
Engkaulah impin semuanya
Engkaulah harapan semuanya
Jadilah kau pemimpin bagi semuanya
Walau jejak ku tak perlu kau ingat
Karena aku
Hanya bagian kecil
Dari pengantar harapan mu
Sahabat
Sahabat
Sahabat
Suatu saat nanti
Kita akan di pertemukan
Dalam skenario sang Illahi
Walau kapan
Tapi pasti
Karena kita pernah bersama
Dalam merangkai harapan
Dan Aku hanya bagian kecil saja
Dari torehan perjalanan mu
Sahabat
Jadilah pemimpin tangguh
Aku akan bahagia
Walau aku sudah terkubur kaku
Sahabat
Maafkan
Bila aku harus pergi
Karena takdir Allah
Menjemput ku nanti
Kuningan,30 Agustus 2024
Pujangga Renta
Irsyamba


