Mabes TNI Respons Kericuhan Hari Damai Aceh: Hormati Simbol Negara, Jangan Ganggu Perdamaian
BERITA NASIONAL
Mabes TNI Respons Kericuhan Hari Damai Aceh: Hormati Simbol Negara, Jangan Ganggu Perdamaian
Banda Aceh, Ajtualid.com 16/8/26 — Peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8), yang seharusnya menjadi momentum untuk mengenang berakhirnya konflik sekaligus merawat perdamaian, justru diwarnai kericuhan.
Kericuhan terjadi setelah massa yang menghadiri kegiatan tersebut mengibarkan bendera Bulan Sabit dalam rangkaian orasi. Pengibaran bendera itu kemudian mendapat larangan dari aparat keamanan. Situasi yang semula berlangsung dalam suasana penyampaian aspirasi kemudian memanas dan berujung pada kericuhan.
Ketegangan tidak berhenti di lokasi awal kegiatan. Situasi kemudian melebar hingga ke kawasan Pendopo Gubernur Aceh. Di lokasi tersebut, massa dilaporkan menurunkan lambang Garuda dan Bendera Merah Putih yang berada di kawasan pendopo.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari Mabes TNI. TNI menilai tindakan yang berpotensi menyentuh simbol-simbol negara harus disikapi dengan penuh kehati-hatian karena dapat memicu ketegangan baru dan mengganggu suasana damai yang selama ini telah terbangun di Aceh.
Melalui keterangannya, Muhammad Nas menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. TNI mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan, terlebih Aceh memiliki sejarah panjang konflik yang kemudian diselesaikan melalui proses perdamaian.
“Sangat kita sayangkan kejadian ini. TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” kata Muhammad Nas.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap ketertiban umum serta simbol-simbol negara.
TNI juga meminta seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi. Setiap persoalan, termasuk perbedaan pandangan maupun ekspresi politik, diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur komunikasi dan mekanisme yang tidak menimbulkan benturan di lapangan.
Situasi Berangsur Kondusif
Pasca-kericuhan, situasi di Banda Aceh dilaporkan berangsur kondusif. Sejumlah kelompok massa telah membubarkan diri dari lokasi. Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan koordinasi untuk memastikan keamanan serta mencegah munculnya kembali aksi yang dapat memicu ketegangan.
TNI menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan terus dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali.
“TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah,” ujar Muhammad Nas.
Bagi Aceh, momentum Hari Damai seharusnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Peringatan tersebut membawa pesan penting tentang mahalnya harga sebuah perdamaian dan pentingnya seluruh pihak menjaga agar konflik masa lalu tidak kembali membuka ruang bagi ketegangan baru.
Karena itu, penghormatan terhadap simbol negara, kebebasan menyampaikan aspirasi, ketertiban umum, dan semangat perdamaian perlu ditempatkan dalam satu kerangka yang sama: menjaga Aceh tetap aman, damai, dan kondusif.
Dok. Instagram @puspentni/Irman


