BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Kanjeng Sultan Sepuh Tegaskan Aksi Cirebon Bersatu di Jakarta Bukan Kegiatan Kesultanan

 BERITA REGIONAL



Kanjeng Sultan Sepuh Tegaskan Aksi Cirebon Bersatu di Jakarta Bukan Kegiatan Kesultanan


CIREBON,Aktualid.com 30 Agustus 2026 — Kanjeng Sultan Sepuh Cirebon, KGSS Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., menegaskan bahwa rencana aksi massa Aliansi Masyarakat Cirebon Bersatu di Jakarta pada 10 September 2026 bukan merupakan kegiatan resmi Kesultanan Cirebon.


Penegasan tersebut disampaikan menyikapi informasi mengenai rencana aksi yang akan digelar di Jakarta. Kanjeng Sultan Sepuh menyatakan, Kesultanan Cirebon tidak pernah memberikan mandat, perintah maupun instruksi kepada pihak mana pun untuk menyelenggarakan aksi tersebut dengan mengatasnamakan Kesultanan Cirebon.


“Kesultanan Cirebon tidak terlibat dan tidak memberikan mandat terhadap aksi massa Aliansi Masyarakat Cirebon Bersatu pada 10 September 2026 di Jakarta,” tegas Kanjeng Sultan Sepuh.


Ia menambahkan, penggunaan nama, gelar, lambang, simbol, atribut maupun identitas Kesultanan Cirebon dalam aksi tersebut tidak dapat dianggap sebagai representasi resmi Kesultanan tanpa adanya mandat atau persetujuan resmi dari Kanjeng Sultan Sepuh.


Meski demikian, Kesultanan Cirebon tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut, menurutnya, harus disertai tanggung jawab, ketertiban, penghormatan terhadap hukum serta komitmen menjaga keamanan dan persatuan.


Kanjeng Sultan Sepuh juga mengimbau masyarakat Cirebon agar tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.


“Jangan jadikan nama Kesultanan sebagai alat untuk kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.


Menurutnya, Cirebon memiliki sejarah, tradisi dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga bersama. Perbedaan pandangan maupun aspirasi tidak semestinya menjadi alasan untuk memecah persaudaraan masyarakat Cirebon.


Kesultanan Cirebon, lanjutnya, memilih jalan harmonisasi, komunikasi, dialog dan musyawarah dalam membangun hubungan dengan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Kesultanan Cirebon memilih jalan dialog, musyawarah, kedamaian dan konstitusional,” katanya.


Ia juga menyerukan kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, pemuda, organisasi masyarakat serta seluruh elemen masyarakat Cirebon untuk menjaga persaudaraan, kedamaian dan marwah Cirebon, sekaligus menghormati hukum dan konstitusi.


Kesultanan Cirebon mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan provokasi, intimidasi, kekerasan maupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.


Dengan demikian, seluruh sikap, pernyataan dan tindakan dalam aksi Aliansi Masyarakat Cirebon Bersatu pada 10 September 2026 merupakan tanggung jawab pihak atau kelompok penyelenggara dan tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan sikap resmi Kesultanan Cirebon.


“Kesultanan Cirebon tetap berdiri untuk Cirebon, untuk persaudaraan, untuk kedamaian, untuk kebudayaan Nusantara, dan untuk Indonesia,” pungkas Kanjeng Sultan Sepuh.

Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image