FABB AKAN GELAR ORASI DI BEBERAPA TITIK, TUNTUT PENYELESAIAN KASUS YANG MANDek Usung Tema "Bengkulu Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme"
FABB AKAN GELAR ORASI DI BEBERAPA TITIK, TUNTUT PENYELESAIAN KASUS YANG MANDek
Usung Tema "Bengkulu Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme"
BENGKULU ,Aktualid.com Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) akan menggelar aksi orasi di beberapa titik strategis di Kota Bengkulu pada Senin, 3 Agustus 2026.
Lokasi aksi di antaranya Kantor Gubernur Bengkulu dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Aksi ini merupakan bentuk desakan agar sejumlah kasus yang dinilai belum tuntas segera diproses secara ,dan minta Kejati bekerja keadilan secara secara hukum .karena FABB,akan terus menyuarakan terkait pemberantasan korupsi agar Bengkulu lebih baik.
Aksi akan dipimpin langsung oleh Ketua FABB, Herman Lupti. Sementara koordinasi lapangan dipercayakan kepada Dedi Mulyadi.
"Kami turun bukan untuk rusuh. Kami turun karena banyak kasus yang mengendap, tidak ada kepastian hukum. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai anak Bengkulu," ujar Herman Lupti, Minggu 2 Agustus 2026.
Tema: Bengkulu Bebas KKN
Dalam orasinya nanti, FABB akan mengangkat beberapa tema utama:
1. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan APBD tahun 2022 - 2026
2. Desakan kejelasan hukum terkait penggeledahan KPK di kediaman pejabat beberapa waktu lalu
3. Penanganan proyek infrastruktur yang diduga bermasalah dan mangkrak,yang dianggap merugikan uang rakyat atau uang Negara.
4. Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi
Terutama kami melihat ,ada perbuatan yang kurang Bagus ,di Bank Bengkulu,yang sudah ada bukti ott.beberapa bulan Lalu agar segerah di proses secara hukum ,pelaku,juga kasus minyak goreng yang terjadi beberapa bulan Lalu agar segerah di tuntaskan.
"Kami ingin Bengkulu bersih. Pejabat bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok. Hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih," tegas Dedi Mulyadi selaku koordinator lapangan.
Koordinasi dan Jaminan Aksi Damai
FABB menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan. Mereka memastikan aksi berjalan tertib, damai, dan sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
"Kami minta aparat mengamankan. Kami juga jamin masa akan tertib. Tuntutan kami satu: kejelasan dan keadilan," kata Dedi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Gubernur dan Kejati Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi tersebut.
Ungkap,Dedi dengan tegas di rapat koordinasi persiapan ,Minggu ," kami tidak benci pemerintah tapi kami mencintai Bengkulu agar menjadi Lebih baik"
(Tim- FABB).



