BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Eksklusif: Cerita Sultan Tanjung, Veteran Slow Rock Indonesia Melawan Dominasi Musik Malaysia hingga Luncurkan Single Kekinian "Ayank"

 KISAH & INSPIRASI



Eksklusif: Cerita Sultan Tanjung, Veteran Slow Rock Indonesia Melawan Dominasi Musik Malaysia hingga Luncurkan Single Kekinian "Ayank"


JAKARTA, Aktualid.com – Industri musik Indonesia pada era 90-an sempat tiarap akibat gempuran lagu-lagu slow rock dari Malaysia, sebut saja nama-nama besar seperti Saleem Iklim dengan hits "Suci Dalam Debu" hingga Amy Search dengan lagu "Isabella". 


Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kebangkitan musisi tanah air kala itu dipelopori oleh seorang penyanyi asal Pariaman, Sumatra Barat, bernama Sultan Tanjung.Dalam wawancara eksklusif bersama Dedi, jurnalis Aktualid.com, Sultan menceritakan kilas balik perjuangan kariernya, mitos asal-usulnya, hingga kabar mengejutkan mengenai proyek musik paling anyar yang ramah bagi generasi milenial dan Gen Z.



Strategi Perang Bisnis: Lawan Malaysia di Rumah Sendiri 

Banyak penggemar mengira Sultan adalah penyanyi asli Malaysia. Padahal, pria yang besar di Bandung sejak kelas 1 SD ini adalah warga negara Indonesia asli.Kepada Dedi, Sultan menceritakan bahwa saat musik Malaysia merajai pasar tanah air, perusahaan rekaman raksasa Musica Studio’s yang menaungi musisi legendaris seperti Iwan Fals mendesain strategi khusus.


Sultan dikontrak satu level dengan musisi besar tersebut untuk menyanyikan lagu-lagu bercorak slow rock Malaysia."Satu album penuh pertama digarap langsung di Malaysia dibantu komposer sana seperti Saari Amri, Boon Tan, dan Johari Teh. Strategi bisnisnya adalah membalas gempuran itu langsung dari Malaysia," kenang Sultan saat diwawancarai oleh tim Aktualid.com.Misi tersebut sukses besar. 



Album perdana bertajuk Terpaksa Aku Lakukan (1998) meledak di pasaran, disusul album kedua Cinta Dimana Kini. Kehadiran Sultan berhasil membalikkan keadaan ekonomi industri musik, di mana aliran dana rupiah tidak lagi lari ke Ringgit Malaysia. 


Sejak saat itu, dominasi artis Malaysia seperti Amy Search hingga Siti Nurhaliza di Indonesia perlahan mulai meredup.



Sabet Penghargaan Double Platinum dan Masuk Nominasi AMI Awards

Kekonsistenan Sultan di jalur musik Melayu membuahkan apresiasi yang sangat luar biasa di belantika musik nasional. Berkat kesuksesan album kedua bertajuk Cinta Dimana Kini (2000), Sultan Tanjung sukses menyabet penghargaan bergengsi Double Platinum Award karena angka penjualan kasetnya yang menembus target luar biasa.Tidak berhenti sampai di situ, kualitas olah vokal emasnya juga diakui oleh pengamat musik tanah air. Lewat karya album Pop Minang legendarisnya yang bertajuk "Mudiak Arau", karya Sultan berhasil menembus jajaran nominasi dalam ajang penghargaan tertinggi musik tanah air, yakni AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards.


Menolak Lupa Jasa Orang Tua Angkat di Bengkulu 

Sultan tidak bisa menyembunyikan rasa emosionalnya di hadapan Dedi saat mengenang masa-masa awal meniti karier. Dengan suara bergetar, ia menyebut Provinsi Bengkulu sudah seperti kampung halaman keduanya. Kesuksesannya di masa lalu tidak lepas dari dukungan penuh orang tua angkatnya, yaitu (Alm.) Bapak Yudian Rasyid—pemilik jaringan hotel dan sekolah Gading Cempaka di Bengkulu."Dulu sebelum masuk dapur rekaman besar, anak-anak beliau seperti Iwan Rasugisang (YRS), Bunda Yenita, dan Fitriani yang modalin saya bikin demo tape (master lagu). Kami naik Metro Mini dan bus ke Jakarta berdua untuk menawarkan kaset itu ke produser. Bengkulu punya andil besar dalam hidup saya," ucap Sultan penuh haru kepada jurnalis Aktualid.com.


Targetkan Gen Z lewat Single "Ayank"

Meski industri musik terus berubah, eksistensi Sultan Tanjung tidak pernah pudar. Dirinya menegaskan masih aktif menggelar konser di berbagai daerah, seperti di Kediri, Bengkulu, hingga agenda terdekat mengisi panggung pemerintahan di Indragiri Hulu (Rengat) pada momen 17 Agustus mendatang.Tidak mau terjebak dalam nostalgia masa lalu, Sultan mengumumkan kepada Dedi bahwa dirinya baru saja merilis lagu baru berjudul "Ayank". Berbeda dengan lagu lawasnya yang kental dengan efek distorsi gitar, single ini dikemas dengan lirik dan notasi yang sangat kekinian agar bisa diterima oleh anak muda z

Dedy Hartono



Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image