BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Diduga Ada Persekusi oleh Oknum Manajemen, Koalisi Ormas dan LSM Sambangi RS Permata Kuningan

 BERITA DAERAH



Diduga Ada Persekusi oleh Oknum Manajemen, Koalisi Ormas dan LSM Sambangi RS Permata Kuningan


KUNINGAN,Aktualid.com Sejumlah elemen organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendatangi manajemen Rumah Sakit Permata Kuningan pada Jumat (15/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedatangan tersebut dipimpin Ketua KORAKAP, Dadang Abdullah, untuk meminta kejelasan terkait dugaan persekusi dan intimidasi yang diduga melibatkan salah satu oknum manajemen rumah sakit.


Sosok yang menjadi sorotan disebut berinisial EW, yang disebut-sebut merupakan mantan Kapolsek dan kini berada dalam jajaran manajemen RS Permata Kuningan. Dugaan tersebut menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat sipil yang meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada komunikasi internal, tetapi mendapat penjelasan secara terbuka dan sesuai mekanisme hukum.


«“Kami datang untuk mempertanyakan dan menuntut ketegasan atas dugaan persekusi serta intimidasi yang dilakukan oleh oknum manajemen berinisial EW,” tegas Dadang Abdullah di lokasi.»


Tuntut Klarifikasi Manajemen dan Pemilik Rumah Sakit


Dalam pertemuan tersebut, Dadang Abdullah didampingi Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, serta sejumlah pimpinan elemen Ormas lainnya.


Dadang Abdullah bersama beberapa pentolan Ormas disebut diterima di area parkir rumah sakit oleh Yudi, yang hadir sebagai perwakilan manajemen RS Permata Kuningan dari bagian keuangan. Kondisi tersebut kemudian mendapat sorotan dari Manap Suharnap yang menilai cara penerimaan tersebut tidak mencerminkan etika dalam menerima masyarakat yang datang dengan niat baik untuk menyampaikan aspirasi.


«“Ini sangat tidak sopan. Kami datang dengan niat baik, justru diterima di halaman parkir. Ini jelas menjadi gambaran kurangnya etika,” ujar Manap Suharnap.»


Mereka menyampaikan tuntutan agar dugaan persekusi dan intimidasi tersebut diproses secara transparan serta meminta adanya klarifikasi resmi dari jajaran manajemen RS Permata Kuningan.


Dalam kesempatan itu, Dadang Abdullah juga meminta agar EW menyampaikan permohonan maaf terkait dugaan tindakan yang dipersoalkan. Selain itu, Dadang secara tegas meminta agar EW diberhentikan dari jajarannya di RS Permata Kuningan.


Selain itu, mereka juga meminta klarifikasi dari pemilik RS Permata Kuningan, Rochmat Ardiyan, yang disebut juga merupakan anggota DPR RI.


Bagi massa, persoalan tersebut harus dijelaskan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di tengah masyarakat.


Manajemen Janjikan Klarifikasi


Perwakilan masyarakat sipil tersebut kemudian diterima oleh Yudi, perwakilan manajemen RS Permata Kuningan dari bagian keuangan.


Dalam pertemuan singkat itu, pihak manajemen menyatakan akan menyampaikan jawaban dan klarifikasi resmi terkait tuntutan yang disampaikan.


Massa kemudian memberikan waktu kepada pihak rumah sakit untuk memenuhi komitmen tersebut.


Namun, Dadang Abdullah dan Manap Suharnap menegaskan bahwa kesempatan tersebut bukan berarti persoalan dianggap selesai.


Jika Tidak Ada Klarifikasi, Aksi Massa Disiapkan


Dadang dan Manap menyatakan pihaknya akan kembali mendatangi RS Permata Kuningan pada Selasa mendatang untuk menagih janji dan komitmen manajemen.


Mereka juga mengingatkan, apabila tidak ada klarifikasi yang dianggap memadai, pihaknya siap menggelar aksi demonstrasi dengan melibatkan gabungan massa lintas Ormas dan elemen masyarakat sipil.


“Kami akan kembali. Kalau tidak ada klarifikasi dan penyelesaian yang jelas, kami akan melakukan aksi dengan melibatkan massa lintas Ormas. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang,” tegas Manap dan Dadang.


Keduanya menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat dan desakan agar setiap dugaan tindakan intimidasi maupun persekusi diproses secara transparan serta tidak diselesaikan secara diam-diam.


Mereka juga meminta seluruh pihak menahan diri dan menyerahkan pembuktian dugaan tersebut kepada mekanisme hukum yang berlaku.


Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Permata Kuningan masih ditunggu untuk memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat tersebut.


Irman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image