Dari Cidahu Menuju Panggung Jawa Barat, Mimpi Besar Sang Kapten Hafiz Magnum Fairuz di Piala Suratin 2026
Dari Cidahu Menuju Panggung Jawa Barat, Mimpi Besar Sang Kapten Hafiz Magnum Fairuz di Piala Suratin 2026
Kuningan – Mimpi besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Bagi Hafiz Magnum Fairuz, langkah itu dimulai dari lapangan sederhana di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Di sanalah kecintaannya terhadap sepak bola tumbuh, ditempa oleh latihan tanpa lelah, jatuh bangun mengejar bola, dan keyakinan bahwa kerja keras suatu hari akan membawanya ke panggung yang lebih besar.
Kini, remaja asal Desa Kertawingun/Bogor itu dipercaya mengenakan ban kapten tim U-17 yang akan berlaga pada Piala Suratin Jawa Barat 2026, kompetisi bergengsi yang menjadi impian banyak pesepak bola muda Indonesia. Kepercayaan tersebut bukan datang secara kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin, dedikasi, dan semangat pantang menyerah.
Menjelang kick-off yang akan digelar serentak pada 16 Agustus 2026, intensitas latihan semakin meningkat. Di tengah kerasnya latihan fisik, penguasaan teknik, strategi, hingga simulasi pertandingan, Hafiz selalu hadir sebagai sosok yang memberi energi positif bagi rekan-rekannya. Sebagai kapten, ia tidak hanya dituntut bermain baik, tetapi juga mampu menjaga semangat, kekompakan, dan mental bertanding seluruh tim.
Bagi Hafiz, sepak bola bukan sekadar permainan sebelas lawan sebelas. Olahraga ini mengajarkannya arti tanggung jawab, menghargai proses, dan bekerja sama demi tujuan bersama. Nilai-nilai itulah yang terus ia pegang dalam setiap pertandingan.
Di balik perjalanan itu, Hafiz tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi integritas dan kepedulian terhadap masyarakat. Ia merupakan putra ketiga dari seorang pengamat kebijakan pemerintah dan kebijakan publik asal Kecamatan Cidahu. Jika sang ayah dikenal aktif menyuarakan berbagai persoalan publik melalui pemikiran dan kritik yang konstruktif, Hafiz memilih mengharumkan nama daerah melalui prestasi di lapangan hijau.
Meski menempuh jalan yang berbeda, keduanya memiliki semangat yang sama, yakni memberikan yang terbaik bagi daerah dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Piala Suratin sendiri bukan sekadar kompetisi usia muda. Turnamen yang diselenggarakan Asprov PSSI Jawa Barat telah melahirkan banyak pemain yang kemudian menembus level profesional. Karena itu, setiap pertandingan akan menjadi panggung pembuktian bagi Hafiz dan rekan-rekannya untuk menunjukkan kualitas sekaligus membuka peluang menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.
Bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, kehadiran pemain-pemain muda seperti Hafiz menjadi harapan baru bahwa daerah ini memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet sepak bola yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Saat peluit pertama dibunyikan pada 16 Agustus nanti, Hafiz Magnum Fairuz tidak hanya membawa ban kapten di lengannya. Ia membawa doa kedua orang tua, kepercayaan pelatih, semangat rekan-rekan setim, serta harapan masyarakat Kuningan yang ingin melihat putra-putra terbaik daerahnya mengukir prestasi.
Perjalanan itu mungkin masih panjang. Namun bagi Hafiz Magnum Fairuz, setiap pertandingan adalah satu langkah lebih dekat menuju cita-cita. Dari lapangan sederhana di Cidahu, ia kini bersiap menulis kisah baru di Piala Suratin 2026—membuktikan bahwa mimpi besar dapat lahir dari desa kecil, selama ada keberanian untuk berjuang dan tidak pernah berhenti percaya pada proses.
Irman


