BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Sultan Agung al-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari punya rekam jejak militer yang hampir bisa dibilang legendaris.

 


Sultan Agung al-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari punya rekam jejak militer yang hampir bisa dibilang legendaris.


Sepanjang kariernya, Baibars memimpin 9 pertempuran besar melawan bangsa Mongol, meluncurkan 21 kampanye militer menghalau Tentara Salib, serta menggelar 5 ekspedisi ke Armenia—dan hebatnya, ia menyapu bersih semua laga itu dengan kemenangan. Tak hanya itu, di masa pemerintahannya, ia berhasil menumpas kelompok pembunuh bayaran Hashashin (Assassins) yang sempat mene*ror dunia Islam selama lebih dari seabad, sekaligus merebut kembali wilayah Kepangeranan Antiokhia dari tangan Tentara Salib.


Namun, kalau kita menyelami lebih dalam biografi beliau (rahimahullah), ada satu sisi unik yang akan kita sadari. Baibars ternyata memiliki kebe*ncian yang teramat sangat terhadap praktik pros*titusi dan perzinaan. Bahkan, kebenciannya pada hal ini terkesan jauh lebih besar daripada amarahnya kepada Tentara Salib dan bangsa Mongol sekalipun.


Setiap kali ia mengamankan wilayah perbatasan Muslim atau membebaskan suatu daerah, langkah pertama yang ia ambil hampir selalu sama: meratakan dan membersihkan lokalisasi atau rumah bordil (al-khawati), begitu istilah orang-orang zaman dulu menyebutnya.


Ketika ditanya mengapa ia begitu gencar melakukan hal itu, Baibars menjawab:

"Bumi yang di atasnya terdapat praktik pros*titusi akan dicabut keberkahannya dan dilingkupi kemiskinan. Di sana penyakit, wabah, serta pandemi baru akan merajalela. Selain itu, mentalitas 'babi' (dayyuts)—yaitu hilangnya rasa cemburu dan abainya para pria dalam menjaga kehormatan wanita mereka—akan menjamur. Dan menurutku, penguasa yang membiarkan hal itu terjadi tidak lebih dari seekor babi yang memakai baju manusia."


Sambil mengucapkan kalimat itu dengan nada tegas, ia memukul dadanya sendiri dengan keras hingga suaranya terdengar oleh orang-orang di sekelilingnya, lalu berkata:


"Dan aku, Baibars, memiliki rasa cemburu demi menjaga kehormatan seluruh umat ini!"


Pernyataan ini menegaskan jati dirinya sebagai seorang lelaki sejati dalam arti yang sebenar-benarnya—seorang pria merdeka yang menolak keras degradasi moral, dan sangat peduli pada kehormatan generasi muda serta kaum wanita di negerinya.

— Dirangkum dari kitab Nihayatul Arab fi Fununil Adab, Jilid 14.


Catatan:


Satu: Baibars diakui oleh para sejarawan (seperti Al-Maqrizi dan Ibnu Abdil Zhahir) sebagai arsitek utama keselamatan dunia Islam setelah keruntuhan Baghdad.


Dua: Kebijakan Melawan Prostitusi: Memang benar secara historis bahwa Sultan Baibars melakukan pelarangan total terhadap minuman keras, perjudian, dan prostitusi di wilayah Kesultanan Mamluk (Mesir dan Syam). Sejarawan Al-Nuwayri dalam Nihayatul Arab fi Fununil Adab mencatat kebijakan-kebijakan moral ketat Baibars. Langkah ini diambil Baibars karena ia adalah seorang pemimpin yang religius dan percaya bahwa kemenangan militer tidak akan diraih jika tentaranya berbuat maksiat.


Meskipun substansi kebijakannya benar, narasi dalam teks ini menggunakan gaya bahasa retorika modern yang agak dilebih-lebihkan:

*Tutkynesia*/red

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image