BREAKING NEWS
Kredit Perdagangan Bank Kuningan Daftar Angsuran Kredit Bank Kuningan

Sejarah Gunung Semeru " Sejarah letusan Semeru telah dicatat sejak awal abad ke-19, tahun 1818."

 





Sejarah Gunung Semeru " Sejarah letusan Semeru telah dicatat sejak awal abad ke-19,   tahun 1818."


• Pembentukan Geologis: Semeru adalah gunung berapi kerucut (stratovolcano) yang terbentuk akibat zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Aktivitas vulkanik ini telah berlangsung selama ribuan tahun, membentuk kawah aktif yang terus mengepulkan abu dan pasir, yang dikenal sebagai Jonggring Saloko.


• Catatan Letusan: Sejarah letusan Semeru telah dicatat dengan baik sejak awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1818. Gunung ini memiliki karakteristik letusan tipe strombolian dan vulcanian yang cukup rutin, menjadikannya pusat pemantauan vulkanologi yang krusial di Indonesia.


•  Kawasan Konservasi: Sejak tahun 1982, Semeru beserta kawasan di sekitarnya (seperti Gunung Bromo) ditetapkan sebagai bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Status ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati, flora dan fauna endemik, serta lanskap vulkanik yang unik di wilayah tersebut.


Mitos dan Legenda


Gunung Semeru memiliki tempat yang sangat sakral dalam spiritualitas dan cerita rakyat, khususnya bagi masyarakat Jawa dan Hindu Bali.


1. Paku Bumi Pulau Jawa (Kitab Tantu Pagelaran)

Mitos paling fundamental tentang Semeru tertulis dalam Tantu Pagelaran, sebuah naskah Jawa Kuno dari abad ke-15. Dalam kitab tersebut, diceritakan bahwa pada zaman dahulu Pulau Jawa mengambang di lautan dan terombang-ambing oleh ombak yang ganas.


Untuk menstabilkannya, Dewa Siwa dan Dewa Brahma memotong sebagian dari Gunung Meru di Jambudwipa (India) dan memindahkannya ke Jawa sebagai "paku bumi". Awalnya paku bumi ini ditancapkan di ujung barat, tetapi pulau menjadi miring. Ketika gunung tersebut diseret ke ujung timur, bagian-bagiannya tercecer dan membentuk rentetan gunung-gunung lain di Jawa (seperti Gunung Lawu, Wilis, Kelud, Kawi, dan Arjuno). Bagian utama yang mendarat di timur itulah yang kini menjadi Gunung Semeru.


2. Misteri Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah danau vulkanik yang menjadi titik transit ikonik dalam jalur pendakian. Tempat ini menyimpan beberapa mitos kental:


• Ikan Mas Gaib: Terdapat larangan keras untuk memancing atau menangkap ikan mas di Ranu Kumbolo. Penduduk setempat percaya bahwa ikan-ikan tersebut adalah jelmaan dari dayang-dayang dewi penjaga danau.


• Dewi Kebaya Kuning: Pada malam hari, terutama saat bulan purnama, beberapa pendaki dan warga lokal mengaku pernah melihat penampakan seorang wanita mengenakan kebaya kuning yang dipercaya sebagai dewi penunggu kawasan Ranu Kumbolo.


3. Tanjakan Cinta

Tanjakan ini terletak persis setelah danau Ranu Kumbolo, menuju padang sabana Oro-oro Ombo. Mitos yang paling populer di kalangan pendaki menyebutkan bahwa jika seseorang berhasil berjalan menyusuri tanjakan ini hingga ke ujung atas tanpa menoleh ke belakang sekalipun, maka permohonan cintanya akan terkabul atau ia akan berjodoh dengan orang yang sedang diidamkannya.


4. Arcapada dan Penjaga Tak Kasat Mata

Arcapada, yang secara harfiah berarti "Tempat Arca", adalah sebuah area dataran tinggi sebelum mencapai puncak Mahameru.


• Arca Kembar Majapahit: Legenda menyebutkan ada dua buah arca prajurit dari zaman Majapahit peninggalan Mpu Sindok di area ini. Namun, arca ini bersifat gaib; ukurannya konon bisa tampak sekecil telapak tangan atau sebesar raksasa, dan hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki "mata batin" atau kelebihan spiritual.


• Kawasan Keliek (Blank 75): Tidak jauh dari puncak terdapat zona-zona berbahaya yang sering disebut memiliki energi mistis yang pekat. Banyak pantangan untuk tidak bertutur kata kasar, mengeluh, atau merusak alam saat melewati area-area di mana batas antara dunia manusia dan dunia gaib dipercaya sangat tipis ini.


5. Puncak Jonggring Saloko Tempat Bersemayam Para Dewa

Kawah puncak Semeru dipercaya sebagai istana atau tempat bersemayamnya para dewa. Umat Hindu di Bali dan Jawa masih sangat memuliakan Semeru, menganggapnya sebagai "Bapak" dari Gunung Agung di Bali. Dalam upacara-upacara keagamaan tertentu, masyarakat Hindu Bali kerap melakukan persembahyangan dengan menghadap ke arah Mahameru untuk memohon keselamatan dan keberkahan.


Red

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image